Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin. Situasi global yang selama ini sudah rapuh oleh perang Rusia-Ukraina, konflik Gaza, dan rivalitas AS-Tiongkok, membuat konflik ini diprediksi bakal menjadi pemicu gempa geopolitik dunia.
Aksi koboi Presiden Donald Trump jelas membuka tabir bahwa tatanan global kini semakin kehilangan jangkar moral, hukum, dan stabilitas. Ketika tekanan berubah menjadi serangan terbuka, dunia kembali diingatkan bahwa hukum internasional sering kali tunduk pada logika kekuatan.
Prinsip kedaulatan, non-intervensi, dan multilateralisme yang selama ini diagungkan, mendadak tampak seperti jargon kosong ketika berhadapan dengan kepentingan geopolitik raksasa. Masyarakat dunia secara terbuka dipertontonkan bahwa tatanan global berjalan sesuai dengan besarnya kekuatan.
Tatanan global kini seakan berada di titik nadir. Perserikatan Bangsa-Bangsa semakin sering menjadi penonton tak berdaya. Dewan Keamanan terjebak veto dan kepentingan blok. Alih-alih menjadi forum penyelesai konflik, dunia justru bergerak menuju normalisasi kekerasan sebagai alat diplomasi.
Begitu pun dengan negara-negara di Barat. Mereka cenderung bereaksi dengan hati-hati, menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional tanpa secara terbuka mengecam sekutu terpentingnya itu.
Dalam situasi seperti ini, geopolitik global bukan sekadar tidak stabil, melainkan sudah babak belur, tercerai-berai oleh kepentingan sepihak.
Situasi di Venezuela membuat negara-negara di dunia, terutama negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, akan menyadari bahwa tidak ada jaminan keamanan absolut dalam sistem global hari ini. Bahkan, yang terjadi bisa saja potensi menguatnya politik aliansi yang memecah dunia ke dalam blok-blok saling curiga.
Ketika kepentingan energi, ideologi, atau pengaruh regional dipertaruhkan, hukum internasional bisa disingkirkan. Ketidakpastian itu juga bakal memicu efek domino, kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, serta fluktuasi pasar keuangan.
Bagi Indonesia, situasi ini akan membuat kita rentan terhadap gejolak geopolitik global yang makin tak terprediksi. Aksi koboi Trump di Amerika Latin ini jelas menuntut Indonesia untuk siap menyusun strategi yang konkret, mulai dari penguatan ketahanan energi, diversifikasi mitra dagang, hingga ketegasan sikap di forum internasional dalam membela hukum dan keadilan global.
Ketahanan ekonomi, kemandirian pangan, stabilitas politik domestik, dan kecermatan membaca peta global menjadi fondasi utama agar Indonesia tidak sekadar menjadi korban turbulensi global.
Dalam dunia yang semakin tidak menentu, Indonesia tidak boleh lengah. Bersiap bukan berarti memihak, melainkan memperkuat diri. Bukan untuk ikut dalam konflik, melainkan agar tetap tegak berdiri ketika tatanan global terus bergeser tanpa kepastian arah.
PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun.
SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.
TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.
POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.
KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.
BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.
KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.
HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.
Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.
DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret
DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.
REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.
MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.
PERGANTIAN tahun telah menempatkan 2025 di masa lalu. Dalam lembaran baru, 2026 membentangkan jalan masa depan bangsa yang penuh simpangan dan tantangan.
PENEGAKAN hukum dan pemenuhan keadilan merupakan syarat utama dalam negara demokrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved