Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Akhiri Penegakan Hukum Minim Keadilan

31/12/2025 05:00

PENEGAKAN hukum dan pemenuhan keadilan merupakan syarat utama dalam negara demokrasi. Tanpa pembenahan serius di sektor hukum, pembangunan apa pun yang dilakukan di dalam sebuah negara demokrasi pasti akan bertopang pada fondasi yang rapuh.

Sepanjang 2025, penegak hukum memang terlihat rajin dalam mengungkap perkara. Jika kita melihat data, tahun 2025 menyuguhkan sebuah kontradiksi yang getir. Dalam konteks pemberantasan korupsi, 2025 seharusnya menjadi momentum pembuktian pemerintahan baru. Apalagi, berulang kali gaung pemberantasan korupsi lantang disuarakan, baik oleh institusi penegak hukum maupun pucuk pimpinan di negeri ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang telah melakukan 11 kali operasi tangkap tangan (OTT), menjerat 118 tersangka, dengan kerugian negara yang dipulihkan senilai Rp1,53 triliun. Namun, statistik itu seperti menyuguhkan sebuah ilusi produktivitas.

Dalam praktiknya, pemberantasan korupsi masih kerap tersendat oleh tarik-menarik kepentingan, intervensi politik, dan lemahnya keberanian untuk menyentuh aktor-aktor kunci di balik layar.

Ada kesan KPK melakukan penindakan yang selektif, bahwa korupsi diberantas bukan lantaran faktor keadilan, melainkan karena siapa pelakunya. Penerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap Aswad Sulaiman, mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menjadi penanda yang sulit dibantah.

Melalui SP3 yang diterbitkan pada Desember 2025, KPK menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi izin pertambangan yang telah menetapkan Aswad sebagai tersangka sejak 2017.

Belum lagi sikap KPK yang hingga kini tak kunjung memanggil dan memeriksa Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution dalam perkara korupsi pembangunan jalan di Sumatra Utara, menjadi sinyal bahwa lembaga antirasuah itu dicurigai telah ‘masuk angin’.

Realitas ini meneguhkan bahwa rakyat masih dipertontonkan pertunjukan ironi yang menyakitkan hati nurani publik, ketika 'orang besar' dengan perlindungan kekuasaan tidak sepenuhnya bisa disentuh oleh hukum.

Sorotan publik terhadap penegak hukum pun kian keras. Hingga kini, penegak hukum ditengarai masih belum bisa lepas sepenuhnya dari kekuasaan. Sejumlah aksi yang bersifat represif serta upaya-upaya pengerdilan demokrasi melalui pengekangan kebebasan berekspresi, misalnya, masih menjadi warna yang tak bisa dihilangkan dari perjalanan penegakan keadilan di sepanjang 2025.

Tidak bisa dimungkiri, ada proses penegakan hukum yang menunjukkan performa membaik di tahun ini. Namun, penangkapan sejumlah jaksa di daerah terkait dengan pengurusan kasus hukum jelas menjadi luka yang masih menganga di tubuh penegak hukum.

Tidak hanya di tingkat penyidikan, upaya pemberantasan korupsi juga masih terlihat lemah dalam ranah peradilan. Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan bahwa rata-rata pidana penjara yang dijatuhkan hanya 3 tahun 3 bulan dengan rata-rata denda Rp180 juta.

Vonis itu jelas mengkhawatirkan. Pasalnya, korupsi bukan lagi sekadar kejahatan finansial, melainkan kejahatan kemanusiaan yang merampas hak rakyat atas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Karena itulah, reformasi hukum tidak cukup hanya selesai dalam tataran pembaruan regulasi. Reformasi sejati adalah reformasi moral aparat penegak hukum. Artinya, meskipun KUHP dan KUHAP telah diperbarui, penegakan hukum tetap timpang jika dieksekusi oleh tangan-tangan yang kotor dan integritas yang rapuh.

Penegakan hukum yang adil bukan soal pencitraan, melainkan konsistensi. Pemberantasan korupsi bukan soal jumlah kasus, melainkan keberanian menyentuh akar masalah. Independensi peradilan bukan slogan, melainkan praktik sehari-hari yang dijaga dengan disiplin dan keberanian.

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.