Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Hakim di Ujung Tanduk

08/11/2025 05:00

TERBAKARNYA rumah milik hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, di Medan, Sumatra Utara, pada Selasa (4/11), telah memantik kecurigaan publik bahwa peristiwa itu bukan terjadi secara kebetulan. Peristiwa tersebut diduga berkaitan erat dengan tugas keseharian Khamozaro yang saat ini menjadi pengadil kasus-kasus korupsi di PN Medan.

Setiap hari ia bertugas menangani perkara dugaan korupsi, dari pemeriksaan materi perkara, pemeriksaan para saksi untuk pendalaman perkara, hingga memutus sebuah perkara demi tegaknya pengadilan.

Bisa jadi rumahnya yang terbakar itu ialah sebuah musibah atau akibat kelalaian pemilik rumah. Jika demikian, peristiwa itu menjadi ranah personal alias urusan pribadi Khamozaro sebagai pemilik rumah.

Namun, hal yang menarik perhatian publik ialah rumah Khamozaro terbakar di saat ia sedang menangani kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatra Utara. Tak tanggung-tanggung, kasus itu bahkan menyeret Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatra Utara Topan Obaja Putra Ginting yang kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hakim yang dikenal berintegritas dan tak punya rasa takut itu bahkan meminta jaksa menghadirkan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Khamozaro melihat adanya kejanggalan setelah ia melihat pergeseran anggaran dari berbagai dinas di Pemprov Sumut ke dinas PUPR.

Sejak menangani kasus itu, telepon selulernya kerap dihubungi banyak nomor yang tak dikenal. Namun, begitu ia angkat, telepon itu langsung dimatikan oleh pihak yang menelepon.

Karena itu, sulit dinalar jika kebakaran itu sebagai sebuah kebetulan. Publik mencerna hal itu tak lepas dari keberanian, bahkan kenekatannya, dalam menegakkan keadilan.

Peristiwa itu sekaligus kembali memantik kesadaran publik, masih minimnya perlindungan terhadap profesi hakim. Sebagai penegak keadilan, hakim dibiarkan harus berjuang sendiri dalam menjaga keselamatan diri dan keluarganya tanpa kehadiran peran negara di dalamnya. Sebuah ironi tentunya bagi sebuah negara yang mengeklaim sebagai negara hukum.

Hukum sebagai panglima tentunya tak boleh berhenti sebatas jargon. Ia harus berwujud nyata dalam keseharian hidup bernegara. Perlindungan terhadap hakim dan keluarganya mesti menjadi salah satu bentuk dari perwujudan hukum sebagai panglima tersebut. Tanpa itu, akan sulit hukum menjadi panglima.

Hakim hanyalah wakil Tuhan di muka bumi. Ia bukan Tuhan, tetap manusia biasa yang berusaha keras untuk berani menegakkan keadilan. Hitam, ya, hitam. Putih, ya, putih. Tak ada kompromi di situ.

Sejak 2000 menjadi hakim, Khamozaro pasti sudah banyak makan asam garam dalam menggeluti profesinya. Teror dalam berbagai bentuk tentu sudah dirasakannya dan hingga kini bisa dilewatinya.

Namun, hal itu tentunya tak dapat menghilangkan kewajiban negara melindunginya, termasuk keluarganya. Tanpa kehadiran negara sebagai beking, Khamozaro dan ribuan hakim lainnya harus berjuang sendiri menyelamatkan diri.

Karena itu, polisi harus mengusut tuntas kasus terbakarnya rumah hakim tersebut. Polisi harus profesional dan transparan dalam mengusutnya karena Khamozaro sedang menangani kasus yang menyangkut nama orang besar di Sumatra Utara.

Soal keahlian, tak perlu lagi kita meragukan betapa mumpuninya skill polisi kita saat ini. Kehadiran teknologi kian mempermudah kerja polisi yang dengan mudah dan cepat dapat mengetahui penyebab terbakarnya rumah itu. Apakah itu sebuah kesengajaan atau tidak.

Jika indikasi awal ditemukan adanya unsur kesengajaan, itu tentu menjadi alarm bagi dunia peradilan kita. Di negara hukum ini, keselamatan hakim tak boleh ada di ujung tanduk.

 

 



Berita Lainnya
  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.