Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TERBAKARNYA rumah milik hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, di Medan, Sumatra Utara, pada Selasa (4/11), telah memantik kecurigaan publik bahwa peristiwa itu bukan terjadi secara kebetulan. Peristiwa tersebut diduga berkaitan erat dengan tugas keseharian Khamozaro yang saat ini menjadi pengadil kasus-kasus korupsi di PN Medan.
Setiap hari ia bertugas menangani perkara dugaan korupsi, dari pemeriksaan materi perkara, pemeriksaan para saksi untuk pendalaman perkara, hingga memutus sebuah perkara demi tegaknya pengadilan.
Bisa jadi rumahnya yang terbakar itu ialah sebuah musibah atau akibat kelalaian pemilik rumah. Jika demikian, peristiwa itu menjadi ranah personal alias urusan pribadi Khamozaro sebagai pemilik rumah.
Namun, hal yang menarik perhatian publik ialah rumah Khamozaro terbakar di saat ia sedang menangani kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatra Utara. Tak tanggung-tanggung, kasus itu bahkan menyeret Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatra Utara Topan Obaja Putra Ginting yang kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hakim yang dikenal berintegritas dan tak punya rasa takut itu bahkan meminta jaksa menghadirkan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Khamozaro melihat adanya kejanggalan setelah ia melihat pergeseran anggaran dari berbagai dinas di Pemprov Sumut ke dinas PUPR.
Sejak menangani kasus itu, telepon selulernya kerap dihubungi banyak nomor yang tak dikenal. Namun, begitu ia angkat, telepon itu langsung dimatikan oleh pihak yang menelepon.
Karena itu, sulit dinalar jika kebakaran itu sebagai sebuah kebetulan. Publik mencerna hal itu tak lepas dari keberanian, bahkan kenekatannya, dalam menegakkan keadilan.
Peristiwa itu sekaligus kembali memantik kesadaran publik, masih minimnya perlindungan terhadap profesi hakim. Sebagai penegak keadilan, hakim dibiarkan harus berjuang sendiri dalam menjaga keselamatan diri dan keluarganya tanpa kehadiran peran negara di dalamnya. Sebuah ironi tentunya bagi sebuah negara yang mengeklaim sebagai negara hukum.
Hukum sebagai panglima tentunya tak boleh berhenti sebatas jargon. Ia harus berwujud nyata dalam keseharian hidup bernegara. Perlindungan terhadap hakim dan keluarganya mesti menjadi salah satu bentuk dari perwujudan hukum sebagai panglima tersebut. Tanpa itu, akan sulit hukum menjadi panglima.
Hakim hanyalah wakil Tuhan di muka bumi. Ia bukan Tuhan, tetap manusia biasa yang berusaha keras untuk berani menegakkan keadilan. Hitam, ya, hitam. Putih, ya, putih. Tak ada kompromi di situ.
Sejak 2000 menjadi hakim, Khamozaro pasti sudah banyak makan asam garam dalam menggeluti profesinya. Teror dalam berbagai bentuk tentu sudah dirasakannya dan hingga kini bisa dilewatinya.
Namun, hal itu tentunya tak dapat menghilangkan kewajiban negara melindunginya, termasuk keluarganya. Tanpa kehadiran negara sebagai beking, Khamozaro dan ribuan hakim lainnya harus berjuang sendiri menyelamatkan diri.
Karena itu, polisi harus mengusut tuntas kasus terbakarnya rumah hakim tersebut. Polisi harus profesional dan transparan dalam mengusutnya karena Khamozaro sedang menangani kasus yang menyangkut nama orang besar di Sumatra Utara.
Soal keahlian, tak perlu lagi kita meragukan betapa mumpuninya skill polisi kita saat ini. Kehadiran teknologi kian mempermudah kerja polisi yang dengan mudah dan cepat dapat mengetahui penyebab terbakarnya rumah itu. Apakah itu sebuah kesengajaan atau tidak.
Jika indikasi awal ditemukan adanya unsur kesengajaan, itu tentu menjadi alarm bagi dunia peradilan kita. Di negara hukum ini, keselamatan hakim tak boleh ada di ujung tanduk.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved