Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Memutus Desentralisasi Korupsi

07/11/2025 05:00

ADA apa dengan Riau? Bumi Lancang Kuning, demikian julukannya, merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia. Namun, sayang sungguh sayang, sulit mencari pemimpin jujur di daerah yang melimpah sumber daya itu. Kekuasaan datang silih berganti, tetapi amanah rakyat kerap tersandera hasrat elite yang gemar menumpuk kekayaan.

Sejak 1998 hingga 2025, sekurang-kurangnya terdapat empat gubernur yang terjerat kasus korupsi. Gubernur Riau 1998-2003 Saleh Djasit terseret skandal dana APBD Riau pada 2003 dalam pengadaan 20 mobil pemadam kebakaran senilai Rp4,719 miliar. Selanjutnya, Gubernur Riau 2003-2013 Rusli Zainal menjadi tersangka dalam tiga perkara, termasuk kasus penerimaan hadiah terkait dengan revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau.

Belum tuntas luka itu, giliran Gubernur Riau 2014-2019 Annas Maamun terjaring operasi tangkap tangan dalam kasus korupsi alih fungsi lahan. Dia kemudian didakwa secara kumulatif menerima suap untuk tiga kepentingan berbeda. Kini, sejarah kelam itu terulang lewat Abdul Wahid yang terjerat kasus dugaan pemerasan dan penerimaan hadiah atau janji di lingkungan Pemprov Riau tahun anggaran 2025.

Abdul Wahid, melalui Kepala Dinas PUPR PKPP Muhammad Arief Setiawan, diduga mengancam akan mencopot para kepala UPT jika tidak menyerahkan 'fee' sebesar 5% dari nilai proyek atau setara Rp7 miliar. Di kalangan Dinas PUPR PKPP Riau, permintaan itu dikenal dengan istilah ‘jatah preman'.

Perbuatan Abdul Wahid seolah menunjukkan betapa mudahnya amanah rakyat dijerumuskan ke altar keserakahan. Jabatan birokrasi bak benda kepemilikan sang penguasa. Mereka yang menolak tunduk pada tirani akan disingkirkan tanpa ampun.

Namun, sepandai-pandainya tupai meloncat, sekali waktu jatuh jua. Abdul Wahid terjaring OTT KPK di Riau pada Senin (3/11) lalu. Ia pun masuk deretan ratusan kepala daerah yang terjerat korupsi di Tanah Air.

Pada 2021, Wakil Ketua KPK 2019-2024, Nurul Ghufron, pernah menyebut kepala daerah hasil pilkada yang terjerat kasus korupsi sebanyak 429 orang. Seiring berjalannya waktu, termasuk dengan tertangkapnya Abdul Wahid, jumlahnya tentu semakin bertambah. Maraknya kepala daerah yang terjerat korupsi tentu sebuah alarm bahaya. Tak hanya untuk Riau, tapi juga bagi seantero negeri. Pencegahan jangan berhenti pada slogan, tetapi harus menjelma menjadi tindakan nyata, sistematis, dan berkelanjutan.

Ada banyak solusi yang bisa ditawarkan. Kita tentu tidak boleh tabu untuk mewacanakan perlunya evaluasi desentralisasi yang berjalan 26 tahun. Kalau dahulu di era Orde Baru korupsi tersentralistik, kini di era otonomi daerah malah melahirkan desentralisasi korupsi.

Desentralisasi tanpa integritas hanya akan memperbanyak ruang gelap bagi berkembang biaknya praktik patgulipat. Praktik kotor bagi penguasa daerah menumpuk materi dan mengenyangkan diri sendiri. Evaluasi bukan berarti mundur, melainkan menata ulang arah agar otonomi tidak lagi menjadi lahan basah bagi perilaku culas. Tanpa evaluasi, tinggal tunggu waktu kepala daerah korupsi.

Sejalan dengan evaluasi desentralisasi, harus ada mekanisme yang disiapkan pemerintah pusat agar sistem pembiayaan dan tata kelola proyek di daerah bersih dari ruang tawar-menawar yang beraroma transaksi, apalagi sampai peras-memeras birokrasi.

Perbaikan terhadap politik berbiaya tinggi juga mesti diutamakan. Para pegiat antikorupsi sudah lama menyuarakan tentang politik yang membutuhkan biaya tinggi demi menjadi kepala daerah. Biaya itu menuntut balas, hingga akhirnya kekuasaan menjadi ladang pengembalian modal.

Tawaran solusi sudah disajikan, tinggal pemangku kepentingan yang memutuskan. Publik cuma berharap satu, kebijakan yang diambil mampu memutus tren kepala daerah tertangkap karena korupsi. Selamatkan Riau, selamatkan Bumi Pertiwi.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik