Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Jangan Kecilkan Kasus Jet KPU

31/10/2025 05:00

SANKSI peringatan keras bagi Ketua, Sekjen, dan empat anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait dengan penyewaan dan penggunaan jet pribadi sangat mengecewakan publik. Sanksi itu tidak sepadan dengan Rp90 miliar dana APBN yang dikuras untuk menyewa jet pribadi tersebut. Terlebih lagi, terbukti tidak satu pun dari 59 kali perjalanan dengan pesawat jet itu sesuai tujuan penyewaannya.

Sanksi peringatan keras yang dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada pekan lalu jelas terlalu ringan untuk sebuah pelanggaran sebagaimana yang tergambar dalam sidang DKPP itu. Dalam sidang putusan perkara, tergambar jelas betapa kesalahan telak telah dilakukan bersama-sama oleh ketua, sekretaris jenderal (sekjen), serta keempat komisioner tersebut.

Pertama, dari sejumlah tipe jet pribadi yang ada, KPU memilih menyewa jet dengan jenis mewah, yakni Embraer Legacy 650. Penyewaan jet itu disebutkan untuk distribusi logistik serta monitoring dan evaluasi logistik Pemilu 2024.

Namun, bukti perjalanan tidak menunjukkan kegiatan distribusi logistik sebagaimana dimaksud, melainkan monitoring gudang logistik ke beberapa daerah, menghadiri bimbingan teknis Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), penyerahan santunan untuk petugas badan ad hoc, hingga monitoring pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan sederet bukti tersebut, sangat aneh ketika DKPP tidak memilih sanksi yang benar-benar tegas. Sanksi yang diputuskan itu oleh sebagian publik dinilai sekadar terdengar garang, tapi tanpa implikasi nyata pada pelanggar.

Bukan hanya pemecatan atau pemberhentian tetap, senjata pamungkas DKPP ialah memastikan penyelenggaraan pemilu ke depan lebih bersih. Maka, vonis yang paling tinggi mestinya mereka dinilai tidak memenuhi kualifikasi sebagai penyelenggara pemilu untuk saat ini dan masa depan.

Namun, karena sanksi yang ada masih berlevel melempem, seharusnya kasus itu segera diusut dalam aspek adanya pelanggaran pidana. Hal tersebut amat mungkin terjadi. Dengan demikian, kasus penyewaan jet pribadi ini mestinya pantang dikerdilkan sebatas pelanggaran etika dan administrasi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut kasus itu dengan tuntas, berikut mengusut pula segala kejanggalan yang mungkin terjadi. Segala kemungkinan adanya tindak pidana korupsi harus bisa diungkap dan seluruh orang yang terkait dengan itu harus dibawa hingga ke pengadilan.

Apalagi, sudah ada laporan masyarakat masuk ke KPK. Lembaga antirasuah tidak boleh sekadar menghibur publik dengan mengatakan bahwa semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti. KPK mesti benar-benar menindaklanjutinya dengan mengusut, menyelidiki, dan menyidik kasus tersebut dengan rentang waktu yang jelas.

Negeri ini tidak boleh selalu mempertaruhkan kualitas demokrasi dengan integritas penyelenggara pemilu yang rapuh. Bila itu yang terus-menerus terjadi, kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi selalu rendah. Kita mesti mendobrak kebiasaan buruk tersebut.

 



Berita Lainnya
  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.