Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Menggenjot Partisipasi Publik

20/10/2025 05:00

MASA satu tahun bagi sebuah pemerintahan baru ibarat remaja tanggung yang masih belajar dan mulai meletakkan fondasi hidup. Pada usia remaja pula, dalam takaran tertentu, ada evaluasi terhadap yang dilakukan orangtua atau pendahulu. Itu terlihat dari langkah yang ditempuh yang bisa berbeda jika dibandingkan dengan orangtuanya.

Di titik itu, saat ini, pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada. Sejumlah program kebijakan yang benar-benar berbeda dari pemerintahan sebelumnya digulirkan.

Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta swasembada pangan dan energi berjalan. Itu dilakukan sembari menyelesaikan pekerjaan rumah menuntaskan perjanjian perdagangan bebas secara bilateral maupun multilateral.

Dalam satu tahun perjalanan pemerintahan, Prabowo-Gibran mendengarkan keluhan masyarakat tentang lesunya daya beli dan sulitnya mencari pekerjaan. Penaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% dibatalkan, kecuali untuk barang dan jasa mewah. Bahkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang PPN diturunkan kembali tahun depan.

Bukan itu saja, sejumlah paket stimulus perekonomian untuk menggairahkan belanja masyarakat digelontorkan. Terbaru, meluncur program Magang Nasional untuk total 100 ribu lulusan baru perguruan tinggi.

Presiden Prabowo juga sangat aktif dan lincah berdiplomasi hingga memuluskan berbagai kesepakatan dagang dan memperkuat posisi Indonesia di percaturan geopolitik global. Bisa dibilang, secara umum pemerintah sudah mulai bergerak di jalur yang benar dalam setahun masa kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Tidak dimungkiri, banyak problem yang muncul menghadang gerak laju program-program kebijakan Prabowo-Gibran. Makan Bergizi Gratis, misalnya, sejak digulirkan pada Januari hingga Oktober, berulang kali didera kasus dugaan keracunan massal siswa.

Timbulnya berbagai permasalahan merupakan hal yang wajar. Pemerintah tentu melakukan perbaikan-perbaikan untuk mengatasi masalah dan mencegahnya terulang kembali.

Namun, kita masih perlu mengingatkan agar pemerintahan Prabowo-Gibran tidak menutup mata ataupun telinga dari tuntutan, masukan, dan evaluasi oleh publik. Kiranya pemerintah juga perlu mengajak mitranya di DPR untuk lebih mendengar aspirasi rakyat dalam melahirkan produk legislasi.

Betapa tidak? Dari sejak era Presiden Jokowi hingga setahun era Prabowo-Gibran, Mahkamah Konstitusi berulang kali mengingatkan tentang partisipasi publik yang bermakna dalam pembuatan undang-undang. Undang-Undang Cipta Kerja merupakan contoh produk legislasi yang habis-habisan dipereteli oleh MK. Itu akibat minimnya partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunannya.

Padahal, pembuat undang-undang paham betul bahwa pelibatan atau partisipasi publik merupakan keniscayaan yang diamanatkan konstitusi. Bukan hanya satu pasal yang menjamin amanat itu, melainkan tiga pasal.

Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menyebut kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menjamin bahwa warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan. Dan, ketiga, Pasal 28C ayat (2) yang menyatakan setiap orang berhak memajukan diri dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara.

Salah satu prasyarat partisipasi publik yang bermakna ialah penyelenggara negara yang akomodatif merespons kritik publik. Alih-alih alergi, jadikan kritik publik sebagai vitamin dan energi. Dengan begitu, kita percaya cita-cita pemerataan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial akan terwujud dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik