Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Kelalaian Berbuah Kemalangan

04/10/2025 05:00

TRAGEDI ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan pentingnya perhatian terhadap aspek konstruksi dan teknik pembangunan. Penggunaan bahan yang tepat, perhitungan struktur yang cermat, dan pengawasan yang baik adalah faktor-faktor krusial dalam memastikan keamanan dan keandalan bangunan.

Robohnya bangunan di Ponpes Al Khoziny adalah peristiwa memilukan yang menyentak nurani. Hingga Jumat sore, 3 Oktober 2025, tercatat 13 orang meninggal dunia dari total 116 korban yang telah dievakuasi. Sebanyak 103 lainnya dinyatakan selamat. Sementara itu, 50 orang masih dalam proses pencarian di bawah reruntuhan.

Peristiwa ini bukan sekadar musibah, melainkan juga alarm keras yang menandakan adanya kelalaian sistemik dalam pengawasan pembangunan fasilitas publik.

Pondok pesantren adalah tempat para santri menuntut ilmu, membentuk akhlak, dan menumbuhkan karakter. Seharusnya, mereka dilindungi dalam lingkungan yang aman dan layak huni. Namun, ketika bangunan yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru menjadi penyebab kematian, hal itu tentu merupakan kegagalan kolektif, baik dalam perencanaan, pengawasan, maupun pelaksanaan pembangunan.

Pemerintah daerah sebagai otoritas yang memiliki kewenangan dalam penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB), tidak boleh lagi memandang enteng aspek keselamatan. Setiap izin yang dikeluarkan harus melalui proses verifikasi teknis yang ketat, bukan sekadar formalitas administratif.

Tentu, pemilik fasilitas juga harus patuh atas beragam aspek persyaratan kesalamatan konstruksi, termasuk persyaratan IMB. Dugaan tidak adanya IMB pada bangunan ambruk di Al Khoziny jelas perlu diusut lebih jauh sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Padahal, IMB merupakan sarana pemerintah untuk mengecek desain konstruksi sebuah bangunan gedung, baik itu struktur bangunan, kualitas material, metode konstruksi, dan kesesuaian desain dengan fungsi bangunan tersebut.

Pada bangunan yang ambruk tanpa disebabkan bencana alam, dengan mudah bisa diprediksi disebabkan oleh struktur bangunan yang tidak kuat. Sejumlah pakar konstruksi menduga adanya kegagalan fondasi bagunan. Struktur fondasi yang harusnya hanya dirancang untuk menahan bangunan satu lantai, dipaksakan menjadi bangunan hingga tiga lantai.

Adanya penambahan lantai tersebut membuat beban yang harus ditanggung pada lantai pertama semakin bertambah. Wajar jika para ahli menilai pembangunan Ponpes Al-Khoziny tidak sesuai kaidah teknis. Itu terjadi karena beban yang terus ditambah tanpa perhitungan dan perencanaan sejak awal.

Pemangku pengawasan di wilayah itu harus melakukan audit ketat terhadap struktur bangunan, mengevaluasi kualitas material, metode konstruksi, dan kesesuaian desain dengan fungsi bangunan tersebut. Bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan struktural adalah ancaman laten. Di sinilah peran otoritas yang berwenang dalam pengawasan konstruksi dan instansi teknis lainnya menjadi sangat krusial.

Bangsa ini berduka, sangat dalam. Namun, duka saja tidak cukup. Dibutuhkan adanya perubahan, terutama dalam hal keamanan struktural bangunan gedung. Saat ini, fokus sebaiknya pada proses evakuasi yang harus dipercepat dengan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintah dan relawan untuk mengungkap setiap nyawa yang tertimbun.

Setelah proses darurat selesai, investigasi mendalam harus dilakukan untuk mengungkap akar penyebab ambruknya bangunan ini, apakah karena kesalahan konstruksi, material tidak sesuai spesifikasi, atau lemahnya pengawasan. Lebih dari sekadar mencari siapa yang salah, dibutuhkan komitmen nyata dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat prosedur pembangunan, khususnya pada gedung-gedung publik.

Tragedi di Ponpes Al Khoziny tidak boleh berulang. Setiap pelanggaran terhadap standar keselamatan harus diberi sanksi tegas tanpa kompromi.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.