Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kaset Usang Nasib Petani

27/9/2025 05:00

PETANI adalah profesi yang amat penting dan memberi kontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Penetapan 24 September sebagai Hari Tani oleh Presiden Soekarno menjadi bukti bahwa petani harus tetap ada, berdaya, dan tidak boleh tergilas oleh roda modernitas.

Akan tetapi, sejak Hari Tani dikumandangkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963, kisah hidup mereka bak mengulang kaset usang. Hidup susah dan kian terpinggirkan. Lahan semakin tergerus, pupuk pun sulit didapat saat dibutuhkan.

Kapoksi Pengawasan Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Hendry Y Rahman, tidak membantah perihal penyaluran pupuk yang sarat akan persoalan dan masalah. Salah satu biang keroknya ialah basis data dalam perencanaan dan penyusunan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

Hal itu disebut sebagai pokok perkaranya. Basis data diakui Hendry masih bersifat tabular sehingga mengakibatkan bias antara kebutuhan pupuk dan luas lahan.

Lebih dari itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan jumlah usaha pertanian perorangan sejak 2013. Ketika itu, jumlah petani 31,70 juta orang. Namun, angkanya terus menurun menjadi 29,34 juta petani atau berkurang sebesar 7,45%.

Situasi tersebut tentu harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk setia melahirkan generasi baru petani. Petani yang mampu menjawab tantangan zaman dalam mengolah tanah lewat pengetahuan dan teknologi. Tanpa regenerasi, pertanian hanya akan menjadi jejak sejarah yang perlahan memudar.

BPS juga memperlihatkan situasi penurunan, baik pada luas panen maupun produksi padi, dari 2023 ke 2024. Pada 2023, luas panen padi mencapai 10,21 juta hektare dengan produksi sebesar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG).

Namun, angka tersebut menurun pada 2024 menjadi 10,05 juta hektare untuk luas panen dan 53,14 juta ton GKG. Jelas dan teramat lugas, angka tersebut di atas harus menjadi sinyal bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam tantangan.

Sungguh ironis. Petani diagungkan, tetapi luas lahan terus berkurang, dan jumlah produksi pun semakin menurun. Petani diberi tempat terhormat lewat Hari Tani Nasional, tapi ketika mencari pupuk ternyata mereka masih harus pontang-panting.

Petani tentu tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka hanya menginginkan kebijakan yang berpihak. Kelompok tani pastinya amat menolak jika hanya dijadikan ikon di spanduk Hari Tani. Yang mereka rindukan ialah menjadi subjek utama dalam rancangan masa depan.

Oleh karena itu, publik mendesak agar pemerintah benar-benar dan sungguh-sungguh bekerja bagi petani. Enam tuntutan yang disampaikan oleh 12 perwakilan Serikat Petani Indonesia (SPI) ke Istana pada Rabu (24/9) lalu jangan hanya menjadi hiasan meja.

Di antara beberapa tuntutan itu ialah pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja karena memperlebar ketimpangan agraria dan pembentukan dewan reformasi agraria nasional untuk memastikan keberlanjutan serta implementasi kebijakan reformasi agraria dan kedaulatan pangan.

Sekali lagi kita ingatkan betapa pentingnya profesi petani. Tanpa mereka, ketergantungan pada impor akan meningkat dan harga pangan pun melonjak. Kita bahkan terancam menjadi tamu di tanah sendiri, makan dari hasil keringat petani dari negeri lain.

Kita juga kembali menyuarakan bahwa Hari Tani Nasional lahir dari keinginan luhur pemerintah untuk mengenang perjuangan petani dalam membebaskan diri dari kesulitan, sekaligus menghargai kontribusi mereka bagi bangsa Indonesia.

Namun, ketika Hari Tani Nasional hanya menjadi tanda di kalender yang ada serta bukan untuk diperjuangkan, diperingati tanpa penghayatan, itu sama saja kita sedang berpura-pura sebagai sebuah bangsa.

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.