Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Maksimalkan Panggung Dunia

22/9/2025 05:00

PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (23/9) waktu setempat. Prabowo akan menjadi presiden kelima Indonesia yang berpidato secara langsung dalam forum tersebut.

Selama pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo, pemimpin Indonesia selalu absen hadir secara langsung pada Sidang Umum PBB di Markas PBB, New York. Jokowi pernah berpidato dalam Sidang Umum PBB pada 2020 dan 2021, tetapi saat itu hanya dilakukan secara virtual karena dunia tengah dilanda pandemi covid-19.

Karena itu, panggung Prabowo di sidang tersebut sangat dinantikan dapat menjadi momentum untuk kian menguatkan posisi Indonesia dalam kancah diplomasi internasional. Selain itu, yang tidak kalah penting, pidato Prabowo amat diharapkan bisa menjadi angin segar di tengah krisis multilateralisme yang kini melanda dunia.

Banyak yang berekspektasi pidato Prabowo akan menjadi 'kenangan dunia' atau 'memory of the world' seperti pidato Presiden Soekarno di masa lalu. Bung Karno menyampaikan pidato berjudul To Build the World Anew di Sidang Umum ke-15 PBB pada 30 September 1960 dengan menekankan isu anti-imperialisme, solidaritas antarbangsa, serta memperkenalkan Pancasila sebagai alternatif ideologi dunia.

Kini, 65 tahun kemudian, Presiden Prabowo yang akan berpidato di urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, diyakini bakal memberikan warna baru bagi diplomasi Indonesia sekaligus menunjukkan kepemimpinan moral Indonesia di dunia internasional. Itu menjadi sangat strategis terlebih dengan situasi geopolitik dan geoekonomi terkini yang sarat ketidakadilan.

Dengan panggung besarnya di forum diplomatik terpenting tersebut, Prabowo memiliki kesempatan besar untuk menegaskan peran Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia. Pidato Prabowo teramat penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan sekadar bangsa penonton, melainkan penentu arah peradaban global menuju tatanan yang lebih adil, damai, dan manusiawi.

Tercerabutnya rasa kemanusiaan dalam politik global memang menjadi isu paling mengemuka saat ini. Agresi yang kemudian berubah menjadi genosida Israel terhadap Palestina yang dilakukan sejak Oktober 2023 hingga saat ini adalah contoh nyata betapa dunia, termasuk PBB, nyaris tak berdaya melawan keserakahan sebagian negara. Israel, demi ambisinya, rela menihilkan, bahkan memorak-porandakan nilai kemanusiaan.

Perdamaian dunia yang sesungguhnya menjadi cita-cita seluruh warga dunia, kini sedang berada di titik nadir. Itu karena kemanusiaan yang menjadi salah satu pilarnya justru terus digerogoti dan dihancurkan. Ketegangan politik global, perang antarnegara, baik militer maupun dagang, kesenjangan pertumbuhan ekonomi, dan krisis iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia juga terus menjadi ancaman yang berpotensi semakin mengacaukan masa depan perdamaian dunia.

Prabowo memang bukan superman. Pidatonya juga bukan seperti jimat yang akan serta-merta mampu menyadarkan dunia untuk segera menghentikan segala bibit kekacauan itu. Namun, pidato di forum Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB adalah panggung besar yang jelas tidak boleh disia-siakan. Di situlah Prabowo bisa menarik atensi pemimpin dunia, sekaligus berkesempatan mengarahkan diskusi utama dalam forum tersebut dengan pesan-pesan pentingnya.

Di markas PBB itu, penting juga kiranya dalam pidatonya Prabowo menyelipkan desakan agar badan dunia itu mereformasi diri di usianya yang ke-80 tahun. Fakta tak terbantahkan saat ini bahwa PBB dengan segala tantangan global yang mereka hadapi justru kerap tersandera oleh kepentingan negara besar tertentu. Mereka seolah tak berdaya di hadapan negara-negara adikuasa.

Kita, sekali lagi, berharap momentum pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB dapat betul-betul dimaksimalkan sehingga bisa menjadi salah satu tonggak sejarah politik luar negeri Indonesia. Itu juga akan menjadi kontribusi besar bangsa ini untuk membantu mewujudkan cita-cita perdamaian dunia dan keadilan global.

 



Berita Lainnya
  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.