Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Darah Baru Kabinet

09/9/2025 05:00

SETIAP perombakan kabinet di dalam pemerintahan siapa pun, terapung harapan perbaikan dari publik di dalamnya. Itu pula yang terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian lima menteri di Kabinet Merah Putih. Ekspektasi publik akan munculnya energi baru bagi kabinet jelas sangat tinggi, apalagi di tengah kinerja kabinet yang berada dalam sorotan.

Penggantian Budi Gunawan yang menjabat menko polkam, Dito Ariotedjo pada jabatan menteri pemuda dan olahraga (menpora), Sri Mulyani yang meninggalkan pos menteri keuangan (menkeu), Budi Arie Setiadi yang menjabat menteri koperasi (menkop), serta Abdul Kadir Karding pada jabatan menteri pelindungan pekerja migran Indonesia (P2MI) jelas bukan sekadar bongkar pasang. Ibarat kinerja mesin mobil, penggantian onderdil itu punya makna jauh lebih strategis.

Ia tidak sekadar mengganti sekrup-sekrup yang kendur atau menambah bahan bakar yang mulai berkurang. Lebih jauh dari itu, perombakan kabinet hingga menyentuh lima menteri ialah kehendak kuat dari Kepala Negara untuk merespons keinginan publik agar laju kabinet kian kencang, menaklukkan berbagai hambatan yang belum bisa ditembus sebelumnya.

Masuknya Purbawa Yudhi Sadewa, Mukhtarudin, Ferry Juliantono, Mochamad Irfan Yusuf, dan Dahnil Anzar Simanjuntak ialah pesan jelas dari Presiden Prabowo bahwa kabinetnya tidak mengabaikan tuntutan publik. Namun, pesan itu juga ditujukan kepada para anggota kabinet yang baru masuk, bahwa mereka tidak bisa berleha-leha. Pundak-pundak mereka sudah harus memikul berbagai misi berat yang mesti diusung segera.

Para anggota baru Kabinet Merah Putih tidak sekadar dituntut cepat beradaptasi, tapi juga cepat dan lincah menuntaskan misi yang diamanatkan oleh rakyat. Apalagi kehadiran mereka berlangsung pada situasi yang tidak mudah. Masuknya mereka di kabinet berada di ruang yang disesaki berbagai tuntutan ketidakpuasan publik dengan ekspektasi yang amat tinggi.

Sesuai dengan amanat konstitusi, penunjukan anggota kabinet memang merupakan hak prerogatif presiden. Dalam mencopot dan menunjuk sosok-sosok yang menjadi pembantunya, kepala negara pun tidak perlu mengungkapkan alasan.

Namun, tidak berlebihan jika publik berharap perombakan kabinet itu ditujukan untuk membuat pemerintah lebih kuat dan efektif, bukan sekadar mengganti sosok yang dinilai bermasalah atau performanya belum mencapai target. Bukan pula hanya untuk bagi-bagi jabatan atau aksi balas jasa.

Masuknya nama baru hasil perombakan kabinet bisa disebut sebagai hadirnya darah baru, energi baru. Dengan darah baru, publik berharap kabinet dapat berlari lebih kencang, bertenaga, dan akurat dalam membantu presiden melayani rakyat.

Tidak kalah penting, masuknya darah baru pada kabinet bisa kian memacu soliditas di antara para pembantu Presiden untuk menjawab berbagai tuntutan rakyat yang tak cukup hanya didengar dan dicatat, tapi juga ditindaklanjuti secara cepat dan tuntas.

 

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.