Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jaga Demokrasi, Jaga Ekonomi

04/9/2025 05:00

SETELAH aksi demonstrasi bergelombang yang berujung anarki pada akhir pekan lalu, situasi di sejumlah wilayah Indonesia kini sudah mulai kondusif. Sebaliknya, yang muncul ialah aksi damai, dengan pembagian bunga kepada aparat keamanan, meski tetap dalam koridor memprotes kebijakan pemerintah dan menuntut penghentian aksi represif aparat.

Tidak ada lagi aksi adu otot massa aksi dengan aparat keamanan. Yang ada kini ialah adu bahu. Massa aksi dan aparat keamanan berpelukan di tengah aksi damai. Mereka juga bahu-membahu membersihkan bekas-bekas kerusakan akibat bentrokan selama demonstrasi.

Tentu kita semua berharap situasi kondusif ini terus berlanjut dan terus dijaga. Kita ingin suasana itu tidak dinodai dan dirusak kembali dengan lontaran kata yang menyakitkan dan memicu amarah. Sebab, bila kekakacauan kembali terjadi, ongkosnya terlalu mahal buat bangsa ini.

Kementerian Pekerjaan Umum menghitung total kerugian akibat unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia diperkirakan mencapai hampir Rp900 miliar, dengan jumlah tertinggi di wilayah Jawa Timur. Jika boleh memilih, uang sebesar itu akan lebih baik jika digunakan untuk membangun atau hal yang lebih bermanfaat lainnya. Kendati demikian, yang sudah terjadi biarlah berlalu.

Dari sisi politik, langkah sejumlah parpol menonaktifkan anggota DPR yang memicu masalah patut juga diapresiasi. Ini bisa menjadi pelajaran bagi anggota DPR dan para pejabat lainnya untuk lebih bijak dalam bertindak dan bertutur kata.

Mengutip petuah Ali bin Abi Thalib, anggota DPR dan para pejabat pemerintah mesti pandai berpuasa lidah, yakni mengendalikan diri dari ucapan menyakitkan, fitnah, atau negatif, serta menggunakan kata-kata secara bijak, jujur, dan sopan untuk menciptakan harmoni.

Mereka juga harus belajar meredam emosi. Kemarahan rakyat harus disikapi dengan bijak, bukan dengan emosi sehingga melontarkan kata-kata yang menyakitkan rakyat. Di masa mendatang, ada baiknya parpol melakukan tes kejiwaan terhadap calon-calon legislatif untuk mengetahui tingkat emosi mereka.

Situasi kondusif dan suasana politik yang tenang ini perlu dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi juga dapat terjaga. Ini penting untuk menciptakan ketenangan bagi investor dan mencegah mereka kabur dari Indonesia. Kita tentu tidak ingin kejadian ketika pasar saham mencatat net sell asing secara besar-besaran hingga mencapai Rp2,2 triliun pada Senin (1/9) lalu kembali terulang.

Situasi kondusif dan suasana politik yang tenang ini juga menjadi modal penting untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 5,3% seperti yang menjadi target pemerintah. Pun, penting untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Seiring dengan terciptanya situasi kondusif, sudah saatnya kita semua kembali bekerja dan mengusahakan perbaikan ke depan untuk negeri ini dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Jangan terus larut dalam kecemasan, meski tetap harus waspada akan berbagai kemungkinan. Pemerintah harus kembali merebut kepercayaan rakyat dan dunia usaha.

Jangan biarkan ekonomi kita terus-terusan diguncang dengan berbagai persoalan. Demikian pula dengan demokrasi kita, mesti dijaga betul. Jangan sampai dikoyak, dirusak oleh kepentingan yang mengatasnamakan rakyat, tapi sebetulnya hanya untuk memenuhi ambisi pribadi atau kelompok.

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.