Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Saatnya Semua Menahan Diri

03/9/2025 05:00

HINGGA Selasa (2/9), bertambah organisasi dan kelompok masyarakat yang membatalkan rencana ikut demonstrasi besar-besaran yang sedianya akan digelar hari ini. Di sejumlah kota, beberapa aliansi mahasiswa dan kelompok masyarakat membatalkan aksi demi situasi kondusif.

Namun, ada pula yang tetap melanjutkan rencana demo dengan alasan tertentu. Di Jakarta, misalnya, ada Aliansi Perempuan Indonesia yang tetap akan menggelar aksi simpatik di depan Gedung DPR. Selain berbusana yang melambangkan kekuatan perempuan, para peserta aksi yang berjumlah sekitar 300 perempuan bakal membawa sapu lidi sebagai simbol bersih-bersih ‘kotoran negara’.

Berdemonstrasi atau tidak, itu adalah hak rakyat. Toh rakyat kita sudah dewasa, yang mestinya bisa memilah mana aksi yang ditujukan demi mengekspresikan pendapat dan mana yang hanya untuk mencari rusuh. Rakyat sejati tidak mencari rusuh. Rakyat sejati paham pentingnya situasi damai karena di situ pula penghidupan mereka.

Karena itu, amatlah wajar bila di daerah yang baru saja membara, rakyat rela membatalkan aksi. Di lain tempat, saat aksi tetap ingin dijalankan, mereka melakukannya dengan simpatik. Dengan kata lain, seruan menahan diri benar-benar telah dipatuhi rakyat, meski berbagai tuntutan dari demo selama dua minggu ini belum ada yang betul-betul dipenuhi.

Rakyat sesungguhnya sabar. Rakyat menunggu dan melihat upaya solutif pemerintah. Bahkan, rakyat juga bersabar dengan proses hukum terhadap tujuh anggota Brimob penabrak driver ojol Affan Kurniawan.

Rakyat sejatinya adalah pihak terdepan yang tidak ingin adanya kekacauan. Rakyat dengan kesadaran kolektif tidak ingin kekacauan itu menjadi pintu masuk ditetapkannya darurat militer, seperti pesan yang bergaung di media sosial akhir-akhir ini.

Maka, ketika rakyat telah menjalankan bagiannya, mestinya hal yang sama juga dilakukan aparat, pemerintah, termasuk presiden. Terkait dengan aparat, kita sangat memahami dan juga mengapresiasi tindakan mereka dalam menangkap orang-orang terduga provokator dan anarkis. Mereka yang kedapatan membawa senjata tajam dan bom patut dicurigai bukan rakyat sejati, dan sepantasnya ditangkap.

Namun, aparat jelas belum dapat dikatakan menahan diri. Kasus tewasnya mahasiswa Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy, dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Iko Juliant Junior dengan penuh luka, meskipun harus dibuktikan, boleh jadi menunjukkan bahwa pola-pola represif aparat dalam penanganan unjuk rasa masih dilakukan.

Kepolisian juga menangkap Direktur Lokataru Delpero Marhaen dengan tuduhan telah menghasut pelajar untuk mengikuti demonstrasi. Tuduhan itu pun harus dibuktikan betul karena bila tidak, hal tersebut justru bisa memicu masyarakat yang sudah menahan diri bakal tersulut lagi. Tentu hal seperti ini tidak kita inginkan.

Karena itu, sekali lagi, saatnya kita semua berkaca pada rakyat. Dengan segala keterbatasan, rakyat telah menunjukkan kemampuan untuk bertahan dan menahan diri. Tidak sepantasnya menuntut lebih jauh kepada rakyat, sebelum yang mengemban amanat memenuhi hal yang sama.

Menciptakan situasi kondusif adalah tanggung jawab bersama. Sudah saatnya semua pihak sama-sama menjaga diri, menahan diri, sembari melakukan evaluasi, koreksi, dan perbaikan diri. Semua itu demi menjaga Indonesia.

 

 



Berita Lainnya
  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.

  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.