Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
RANGKAIAN kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia berakhir hari ini. Kedatangan Paus begitu sarat oleh pesan berharga. Pesan-pesan tersebut menembus sekat-sekat agama, politik, bangsa, hingga struktur sosial kemasyarakatan.
Pesan kebersahajaan menggema sangat kuat sejak kedatangan pemimpin Gereja Katolik dunia itu. Sampai-sampai, Presiden Joko Widodo rupanya merasa sungkan memakai fasilitas kenegaraan yang melebihi apa yang dipakai oleh Paus Fransiskus.
Jadilah Kepala Negara mengganti kendaraannya dengan mobil yang tidak kebal peluru, pun bukan tergolong mewah. Setidaknya, itu dilakukan Presiden Jokowi selama Paus Fransiskus berada di Indonesia. Kepala Negara Vatikan tersebut telah memberikan teladan kesederhanaan tanpa dibuat-buat. Pesannya sangat mengena di tengah flexing gaya hidup mewah di negeri ini.
Baca juga : Perlu Regulasi Larang Mudik
Prinsip persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia yang disimbolkan lewat semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga tak luput dari pesan-pesan yang digemakan Paus. Pemimpin Takhta Suci Katolik itu bahkan kagum atas semboyan mulia tersebut. Keberadaan Masjid Istiqlal yang bersanding dengan Gereja Katedral dan dihubungkan dengan sebuah terowongan, dipandangnya sebagai bukti kerukunan bangsa Indonesia telah terbangun sejak dulu.
Indonesia boleh saja memiliki tambang emas terbesar. Akan tetapi, harta paling berharga bangsa ini, menurut Paus Fransiskus, ialah tekad menyelaraskan perbedaan melalui kerukunan dan saling menghormati. Itulah Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga : Mencegah LP dari Covid-19
Paus Fransiskus mengingatkan bahwa sesuatu yang berharga juga berisiko hilang. Bangsa Indonesia sama saja memiskinkan diri bila membiarkan tekad menjaga kerukunan itu pupus.
Peringatan Paus Fransiskus bukan tentang hal yang kecil kemungkinannya terjadi. Dalam rekaman perjalanan bangsa ini, beragam konflik telah terjadi, yang bahkan sampai menelan banyak korban jiwa. Semua akibat kegagalan insan bangsa menyelaraskan perbedaan lantaran minimnya toleransi.
Pasang surut sikap toleran sampai saat ini, sayangnya, masih menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat kita. Idealnya, nilai-nilai toleransi dengan saling menghargai dan saling menghormati selalu dalam posisi pasang dan tidak pernah surut.
Baca juga : Paket Insentif Pengganti Mudik
Konflik juga kerap terjadi dalam suasana politik memperebutkan kursi kekuasaan. Itu sebabnya, di tahun politik dengan gelaran pemilu dan pilkada seperti tahun ini, potensi konflik menjadi salah satu kerawanan yang diwaspadai.
Untuk menciptakan suasana damai dan kondusif bukan berarti meminimalkan atau bahkan menihilkan kompetisi dalam hajatan demokrasi. Yang diperlukan ialah menjaga toleransi, tidak cepat ngegas, tetapi juga tidak berupaya mengakali hukum serta mengabaikan etika berbangsa dan bernegara.
Ketika menyampaikan homili saat misa agung di Gelora Bung Karno (GBK), kemarin, Paus Fransiskus menyemangati bangsa Indonesia agar tidak pernah lelah mewujudkan sebuah peradaban perdamaian dan masyarakat yang lebih adil. Untuk bisa menggapai mimpi itu, tentu harus bersedia menempuh jalan dialog.
Baca juga : Kolaborasi Atasi Dampak Ekonomi
Bangsa Indonesia juga dimintanya terus memperlihatkan kebaikan budi dan hati dengan senyum khas untuk menjadi pembangun persatuan dan perdamaian.
Tidak bisa dimungkiri, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia sebagai pemberhentian pertama lawatan di kawasan, menciptakan banyak sejarah baru yang dicatat komunitas dunia. Pesan-pesan Paus yang sangat relevan dengan situasi bangsa sudah semestinya sangat dalam membekas di benak para pemimpin negeri ini dan masyarakat Indonesia.
Caranya, jangan pernah lelah memperjuangkan perdamaian dan toleransi. Jangan pula kita hanya mampu membangun peradaban damai, tapi gagal dalam merawatnya.
Terima kasih, Paus Fransiskus.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved