Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Bangsa Pembangun Peradaban Damai

06/9/2024 05:00

RANGKAIAN kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia berakhir hari ini. Kedatangan Paus begitu sarat oleh pesan berharga. Pesan-pesan tersebut menembus sekat-sekat agama, politik, bangsa, hingga struktur sosial kemasyarakatan.

Pesan kebersahajaan menggema sangat kuat sejak kedatangan pemimpin Gereja Katolik dunia itu. Sampai-sampai, Presiden Joko Widodo rupanya merasa sungkan memakai fasilitas kenegaraan yang melebihi apa yang dipakai oleh Paus Fransiskus.

Jadilah Kepala Negara mengganti kendaraannya dengan mobil yang tidak kebal peluru, pun bukan tergolong mewah. Setidaknya, itu dilakukan Presiden Jokowi selama Paus Fransiskus berada di Indonesia. Kepala Negara Vatikan tersebut telah memberikan teladan kesederhanaan tanpa dibuat-buat. Pesannya sangat mengena di tengah flexing gaya hidup mewah di negeri ini.

Baca juga : Perlu Regulasi Larang Mudik

 

Prinsip persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia yang disimbolkan lewat semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga tak luput dari pesan-pesan yang digemakan Paus. Pemimpin Takhta Suci Katolik itu bahkan kagum atas semboyan mulia tersebut. Keberadaan Masjid Istiqlal yang bersanding dengan Gereja Katedral dan dihubungkan dengan sebuah terowongan, dipandangnya sebagai bukti kerukunan bangsa Indonesia telah terbangun sejak dulu.

Indonesia boleh saja memiliki tambang emas terbesar. Akan tetapi, harta paling berharga bangsa ini, menurut Paus Fransiskus, ialah tekad menyelaraskan perbedaan melalui kerukunan dan saling menghormati. Itulah Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga : Mencegah LP dari Covid-19

Paus Fransiskus mengingatkan bahwa sesuatu yang berharga juga berisiko hilang. Bangsa Indonesia sama saja memiskinkan diri bila membiarkan tekad menjaga kerukunan itu pupus.

Peringatan Paus Fransiskus bukan tentang hal yang kecil kemungkinannya terjadi. Dalam rekaman perjalanan bangsa ini, beragam konflik telah terjadi, yang bahkan sampai menelan banyak korban jiwa. Semua akibat kegagalan insan bangsa menyelaraskan perbedaan lantaran minimnya toleransi.

Pasang surut sikap toleran sampai saat ini, sayangnya, masih menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat kita. Idealnya, nilai-nilai toleransi dengan saling menghargai dan saling menghormati selalu dalam posisi pasang dan tidak pernah surut.

Baca juga : Paket Insentif Pengganti Mudik

Konflik juga kerap terjadi dalam suasana politik memperebutkan kursi kekuasaan. Itu sebabnya, di tahun politik dengan gelaran pemilu dan pilkada seperti tahun ini, potensi konflik menjadi salah satu kerawanan yang diwaspadai.

Untuk menciptakan suasana damai dan kondusif bukan berarti meminimalkan atau bahkan menihilkan kompetisi dalam hajatan demokrasi. Yang diperlukan ialah menjaga toleransi, tidak cepat ngegas, tetapi juga tidak berupaya mengakali hukum serta mengabaikan etika berbangsa dan bernegara.

Ketika menyampaikan homili saat misa agung di Gelora Bung Karno (GBK), kemarin, Paus Fransiskus menyemangati bangsa Indonesia agar tidak pernah lelah mewujudkan sebuah peradaban perdamaian dan masyarakat yang lebih adil. Untuk bisa menggapai mimpi itu, tentu harus bersedia menempuh jalan dialog.

Baca juga : Kolaborasi Atasi Dampak Ekonomi

Bangsa Indonesia juga dimintanya terus memperlihatkan kebaikan budi dan hati dengan senyum khas untuk menjadi pembangun persatuan dan perdamaian.

Tidak bisa dimungkiri, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia sebagai pemberhentian pertama lawatan di kawasan, menciptakan banyak sejarah baru yang dicatat komunitas dunia. Pesan-pesan Paus yang sangat relevan dengan situasi bangsa sudah semestinya sangat dalam membekas di benak para pemimpin negeri ini dan masyarakat Indonesia.

Caranya, jangan pernah lelah memperjuangkan perdamaian dan toleransi. Jangan pula kita hanya mampu membangun peradaban damai, tapi gagal dalam merawatnya.

Terima kasih, Paus Fransiskus.

 

 



Berita Lainnya
  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.