Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Hati-Hati Telat Jaga Ambalat

11/8/2025 05:00

PERSOALAN sengketa wilayah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat di tengah kian mesranya hubungan kedua negara. Dalam masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang belum genap setahun, ia dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim layaknya sahabat lama, sudah beberapa kali saling mengunjungi. Tentunya, dalam kapasitas mereka sebagai kepala negara.

Dalam salah satu pertemuan mereka, tepatnya pada 27 Juni lalu di Istana Merdeka, Jakarta, Prabowo dan Anwar mengumumkan kesepakatan pengelolaan bersama Blok Ambalat. Kedua pemimpin sepakat mencari solusi yang saling menguntungkan di Blok Ambalat sembari menunggu penyelesaian secara hukum. Mekanisme pengembangan bersama atau joint development secara ekonomi dipandang sebagai solusi.

Kesepakatan itu sempat memancing protes dari dalam negeri kedua negara, terutama di Malaysia. Pimpinan Sabah, negara bagian Malaysia yang berdekatan dengan wilayah Ambalat, meminta klarifikasi dari Anwar tentang kerja sama tersebut. Mereka mempertanyakan mengapa pemerintahan Anwar tidak mengonsultasikan dampak kerja sama tersebut lebih dahulu dengan Sabah.

Di pihak Malaysia ada kekhawatirkan Blok Ambalat akan lepas ke Indonesia. Rasa waswas serupa juga melingkupi para pemangku kepentingan di Indonesia. Apalagi, pada Rabu, 6 Agustus pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengumumkan penyebutan Laut Sulawesi untuk Blok Ambalat. Mereka menolak memakai nama Ambalat.

Komisi I DPR RI lantas mendesak pemerintah secara tegas mempertahankan kedaulatan Indonesia di Ambalat. Pemerintah juga diminta berkonsultasi dengan DPR RI tentang pengembangan bersama Blok Ambalat oleh Indonesia dan Malaysia.

Kekhawatiran dari internal kedua negara memiliki latar belakang trauma kehilangan wilayah ke tangan negara lain. Malaysia pernah kehilangan Blok L dan M. Menurut Ketua Menteri Yong Teck Lee, kedua blok itu diserahkan pemerintah Malaysia kepada Brunei lewat kesepakatan yang mengabaikan konsultasi dengan Sabah.

Di sisi lain, Indonesia kalah dalam mempertahankan Pulau Sipadan dan Ligitan dari klaim Malaysia. Pada 2002, setelah melalui proses sengketa yang panjang, Mahkamah Internasional menetapkan Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malaysia.

Salah satu pertimbangan Mahkamah Internasional, Malaysia dinilai lebih konsisten melakukan tindakan nyata pendudukan atas kedua pulau. Mereka membangun infrastruktur dan melakukan pengembangan di sana. Itu pukulan telak bagi Indonesia yang masih terus membekas.

Oleh karena itu, wajar rasa waswas di pihak Indonesia memuncak ketika Malaysia menegaskan sikap menolak sebutan Ambalat. Kita menghargai respons Presiden Prabowo agar terjadi penyelesaian damai antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Namun, pemerintah juga harus tegas karena penggunaan istilah geografis oleh Malaysia dapat menimbulkan implikasi politis, terutama jika digunakan untuk mengaburkan status klaim atas wilayah Ambalat.

Kesepakatan pengembangan bersama pun mesti dikuliti agar jangan sampai Indonesia kecolongan lagi hanya karena pengembangan oleh Malaysia lebih banyak. Pemerintah harus berkonsultasi dengan para pakar dan tentunya DPR sebelum menjalankan kerja sama pengembangan blok yang terindikasi kaya minyak dan gas tersebut.

Jika kerja sama jadi dilakukan, porsi pengembangan mesti sama dari tahap paling awal. Pengawasan intensif diperlukan agar Malaysia membangun sesuai porsi, bukan lebih maju ketimbang Indonesia. Jangan sampai Indonesia telat menjaga Ambalat.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik