Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pemerintahan Bersih Mestinya bukan Ilusi

29/8/2025 05:00

PEMERINTAH yang bersih dan adil adalah permulaan dari segala sesuatu. Dari rahim seperti itulah lahir kebijakan yang berpihak kepada rakyat, pembangunan merata, dan kemajuan hakiki. Sebaliknya, pemerintah yang korup dan tidak amanah hanya akan melahirkan ketimpangan, kebijakan yang menyengsarakan rakyat, serta stagnasi dalam pembangunan.

Pemahaman tersebut di atas haruslah dipegang teguh oleh seluruh jajaran pemerintah mulai dari level daerah hingga tingkat pusat. Mereka bisa duduk di kursi empuk kekuasaan karena kehendak rakyat. Oleh karena itu, sudah seharusnya pemerintah bekerja untuk melayani dan membahagiakan rakyat, bukan malah sebaliknya.

Presiden Prabowo Subianto menginsafi dan mengerti benar pentingnya pemerintah yang bersih dan adil. Saat membuka acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, kemarin, Prabowo mengingatkan kembali pentingnya jajaran pemerintah di segala lini bekerja untuk rakyat.

Sebagai sebuah fondasi, kata Prabowo, pemerintah yang bersih dan adil akan membuat rakyat bahagia. Dari kebahagiaan kolektif inilah, kemakmuran suatu bangsa dapat terwujud. Sebab, rakyat yang bahagia cenderung lebih produktif, baik dalam bekerja, belajar, maupun berkontribusi bagi masyarakat.

Berbicara tentang kemakmuran itu sama artinya dengan memiliki akses pada sumber daya finansial. Dengan uang yang melimpah akan bisa membiayai tentara yang kuat, negara memiliki kapasitas untuk membiayai berbagai sektor strategis termasuk membangun kekuatan militer yang tangguh sebagai penjaga kedaulatan dan pertahanan nasional.

Uraian pemikiran Prabowo tersebut sebenarnya bukan barang baru. Ia mengaku terinspirasi dari kajian Universitas Harvard tentang peradaban yang bisa bertahan ratusan tahun. Menurut dia, ada tiga syarat utama tentara yang kuat, keamanan yang kuat, dan pemerintahan yang unggul.

Publik tentu sepakat, bahkan mendukung sepenuhnya, bahwa pemerintah harus bekerja demi membahagiakan rakyat. Akan tetapi, semuanya itu jangan kiranya berhenti pada tataran retorika yang manis di atas panggung, tapi pahit dalam kenyataan. Publik masih ingat aksi massal warga yang mendesak Bupati Pati Sudewo untuk mundur. Itu menjadi salah satu contoh betapa kepala daerah belum benar-benar bekerja menyentuh hati warganya.

Kita juga masih tajam mendengar ada kepala daerah hingga kepala dinas yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fenomena ini menunjukkan bahwa integritas dan komitmen terhadap pelayanan publik belum menjadi landasan utama dalam menjalankan amanah kekuasaan.

Tidak hanya kepala daerah yang bermasalah. Di level pusat juga marak praktik culas yang menyengsarakan rakyat. Ada Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi atas kasus pemerasan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Mengimbau pemerintah daerah dan pusat untuk bekerja demi rakyat tentulah baik dan amatlah benar. Mereka yang digaji dari duit rakyat memang harus mendengar suara rakyat, dekat dengan rakyat, dan tidak mengabaikan keluh kesah rakyat. Tetapi imbauan saja tidak cukup. Harus ada gebrakan demi membuat pemerintah yang bersih dan adil menjadi sebuah kenyataan yang permanen.

Presiden Prabowo selaku panglima perang pemberantasan korupsi harus bisa menghadirkan transparansi anggaran, penguatan sistem reformasi birokrasi, pencegahan praktik KKN, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu. Ini harus diakui bukan perkara mudah mengingat pemberantasan korupsi merupakan medan laga yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan keteladanan.

Namun, kalau Prabowo sungguh-sungguh ingin peradaban Indonesia bisa bertahan ratusan tahun, perang ini harus dijalankan secara total. Dengan demikian, 500 lebih kepala daerah di seluruh Indonesia akan benar-benar serius menghadirkan pemerintah yang bersih dan adil.

Ingatlah, tindakan bisa 'berbicara' lebih keras daripada kata-kata. Ketika orang nomor satu di Republik ini sudah menunjukkan ketegasannya, yang lain di bawahnya akan mengikuti. Apalagi, Indonesia masih kental dengan budaya paternalistik. Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru, bukan hanya oleh para pejabat, melainkan juga oleh masyarakat luas.

Kita, rakyat Indonesia, menantikan acara Apkasi yang dihadiri Kepala Negara mampu menghadirkan sesuatu yang nyata bagi rakyat. Jangan jadikan itu sekadar ajang kumpul-kumpul kepala daerah tanpa aksi nyata. Buktikan bahwa pemerintah yang bersih dan adil, baik di pusat maupun daerah, nyata adanya, bukan ilusi semata.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik