Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hentikan Represi

30/8/2025 05:00

KEJI, teramat keji. Kendaran taktis (rantis) dipakai aparat Brimob untuk melindas hingga berujung pada tewasnya seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan. Bodi kendaraan yang dibeli pakai uang rakyat itu semuanya terbuat dari lapis baja. Bobot satu unitnya sampai 14 ton. Sungguh mengerikan membayangkan kondisi tubuh manusia setelah terlindas oleh kendaraan berat itu.

Namun, itulah yang terjadi pada demonstrasi Kamis (28/8) malam di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Di saat massa hendak membubarkan diri seusai berunjuk rasa, aparat Brimob malah menabrak dan melindas seorang yang tengah bekerja mengirim orderannya dengan rantis mereka.

Setelah melindas, kendaraan itu terus melaju. Tak satu pun dari tujuh personel Brimob di dalam rantis keluar untuk menolong korban. Alhasil, masyarakat yang emosinya masih terbakar semakin tersulut oleh kelakuan para pengayom masyarakat itu. Cara aparat menangani aksi protes masih jauh dari kata beradab.

Presiden Prabowo Subianto langsung bertindak cepat. Presiden segera meminta maaf dan menyatakan kekecewaannya atas tindakan berlebihan aparat kepolisian. Kekecewaan Kepala Negara amat pantas. Berkali-kali Presiden mengingatkan agar siapa pun yang mendapat mandat rakyat, bekerja untuk rakyat, melayani rakyat, dekat dengan rakyat. Bukan sebaliknya, mengabaikan rakyat dan menyakiti rakyat.

Presiden dan kita anak bangsa tak ingin peristiwa pada masa lampau terulang. Peristiwa ketika situasi chaos terjadi pada 1998. Kala itu, demonstrasi yang awalnya berjalan tertib berakhir rusuh setelah aparat keamanan menembak mati demonstran.

Kemarahan masyarakat pun memuncak dan meluas hingga ke berbagai daerah.

Memori buruk itu mestinya menjadi cermin nyata bahwa cara-cara represif hanya akan mendatangkan bencana. Membubarkan pengunjuk rasa dengan gas air mata berkali-kali, bahkan peluru karet, bahkan lagi menabrakkan rantis, ialah cara-cara tak bermartabat. Mereka, para pengunjuk rasa itu, dijamin konstitusi. Mendesak mereka dengan cara-cara kekerasan sama saja dengan mengingkari konstitusi.

Karena itu, kekecewaan Presiden Prabowo bisa dimaklumi. Respons cepatnya menanggapi situasi patut diapresiasi. Perintahnya agar kasus tewasnya Affan diusut tuntas dan ditindak keras jika terbukti sangat melegakan.

Namun, itu belum cukup. Aksi nyata di lapangan akan jauh lebih menenangkan. Ungkap secara transparan siapa penyulut pelindasan itu. Kepada jajaran kepolisian, upaya-upaya menangani unjuk rasa selama ini sudah harus direvisi.

Ke depankan aksi kemanusiaan karena yang dihadapi ialah manusia sesama anak bangsa sendiri. Hindari menghadapi rakyat yang tengah menyampaikan hak konstitusional mereka dengan menyiapkan pasukan pemukul, apalagi menyiapkan parade kendaraan penggilas. Itu semua seperti mempertontonkan kecurigaan, memperlihatkan ketidakpercayaan kepada rakyat sendiri.

Keresahan rakyat tidak berasal dari ruang kosong. Kesulitan hidup sehari-sehari ialah kenyataan yang mesti ditanggapi dan diatasi. Apalagi di tengah impitan hidup itu, rakyat melihat pejabat yang diberi mandat malah membuat aturan untuk melayani diri sendiri, memupuk kenikmatan pribadi, nyaris tanpa empati pada situasi sebagian besar rakyat.

Karena itu, unjuk rasa menjadi kanalnya. Di situlah mestinya negara mendengar, mengawal, dan memutuskan untuk berhenti memburu kepuasan pribadi. Bukan sebaliknya, memukuli bahkan melindas menggunakan mobil yang dibiayai oleh keringat rakyat. Sekali lagi, instruksi dari Presiden mesti dijalankan sepenuh hati, tanpa ditawar-tawar lagi. Lakukan saja segera agar luka rakyat sedikit terobati.

 

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.