Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kemenangan Rakyat

23/8/2024 05:00

PEMBATALAN pengesahan revisi Undang-Undang Pilkada oleh DPR adalah kemenangan rakyat dan akal sehat. Sebelumnya, DPR mengagendakan rapat paripurna untuk mengesahkan revisi undang-undang yang poin utamanya menganulir dua putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yakni soal ambang batas pencalonan kepala daerah dan penetapan syarat usia pasangan calon kepala daerah.

Dengan tekanan gerakan rakyat, baik melalui media sosial maupun demonstrasi, upaya menyiasati putusan MK itu bisa digagalkan. Gerakan rakyat muncul karena tingkat kepatuhan penyelenggara negara akan konstitusi benar-benar diuji.

Betapa tidak, putusan MK yang jelas-jelas jadi produk konstitusi dan tidak ada jalan lain kecuali dipatuhi dan dijalankan, hendak dicari celahnya untuk dianulir oleh wakil rakyat dan pemilik kekuasaan. Tidak mengherankan bila publik menyebut DPR dan pemegang kendali kekuasaan tengah bermain api.

Baca juga : Perlu Regulasi Larang Mudik

Mereka bermufakat hendak menyiasati konstitusi dengan merevisi aturan main pencalonan kepala daerah yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 10/2016 tentang Pilkada. Aksi siasat tersebut dilakukan hanya berselang sehari setelah MK mengeluarkan dua putusan penting.

Pertama, Putusan Nomor 60/PUU/XXII/2024 yang mengubah ambang batas pencalonan partai politik atau gabungan partai politik untuk mengusung pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. Kedua, Putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang menegaskan bahwa batas usia minimum calon kepala daerah dihitung sejak penetapan pasangan calon oleh KPU.

Maka, hasrat menggebu-gebu untuk mengesahkan revisi UU Pilkada itu dijawab dengan gerakan massa sipil di berbagai wilayah di Tanah Air. Gerakan rakyat dari berbagai elemen itu umumnya menilai telah terjadi pembangkangan dan pembegalan terhadap konstitusi. Mereka yang selama ini diam, mengamati, dan pasrah seperti mendapatkan energi untuk bergerak kembali karena syahwat mengakali konstitusi itu tidak bisa lagi ditoleransi.

Baca juga : Mencegah LP dari Covid-19

Penyiasatan konstitusi itu sudah mengancam demokrasi, ketaatan bernegara, dan mengancam masa depan bangsa. Berkali-kali di forum ini kita sampaikan bahwa tidak ada ruang bagi putusan MK yang bersifat final dan mengikat itu untuk ditafsirkan kembali. Pemerintah dan DPR semestinya paham betul bahwa satu-satunya ruang yang ada hanyalah menaati dan melaksanakan putusan itu tanpa reserve.

Putusan MK bersifat eksekutorial atau langsung dieksekusi dan erga omnes atau mengikat untuk semua pihak tanpa terkecuali. Semua pihak, termasuk dalam hal ini DPR, KPU, Bawaslu, partai politik, pemerintah, maupun masyarakat harus tegak lurus mematuhi isi putusan MK itu.

Pemerintah dan DPR juga pasti tahu bahwa keputusan MK terkait dengan pilkada tidak dapat dibatalkan oleh DPR, pun mestinya tidak dibatalkan dengan revisi undang-undang. Bila pemerintah dan DPR berkukuh memutar haluan putusan MK, akan muncul kekacauan aturan, ketidakpastian hukum, dan perlawanan tiada henti dari rakyat yang merasa hak mereka memperoleh calon pemimpin yang mereka kehendaki terus diamputasi.

Baca juga : Paket Insentif Pengganti Mudik

Revisi itu, bila tetap dilanjutkan, berpotensi menimbulkan sengketa antarlembaga negara seperti MK versus DPR yang berkepanjangan. Jika terus berlanjut, kondisi itu akan sangat merugikan seluruh elemen masyarakat karena sangat kontraproduktif dan menimbulkan kerusakan kehidupan bernegara.

Berbagai kekhawatiran itulah yang membuat gerakan rakyat bermunculan, baik di dunia maya maupun aksi turun ke jalan. Tekanan rakyat pun tidak sia-sia. DPR, sebagaimana dinyatakan oleh Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, akhirnya mengikuti putusan MK. Wakil rakyat yang terus ditekan oleh rakyat akhirnya mengikuti kehendak rakyat.

Kini, publik menunggu pernyataan Sufmi Dasco itu benar-benar menjadi sikap resmi DPR. Publik berharap tidak ada dusta di antara wakil rakyat terhadap rakyat yang diwakili. Gerakan rakyat mengawal putusan MK ini mestinya memberi pelajaran penting bagi siapa pun yang sedang memegang kekuasaan untuk berhenti bersiasat terhadap kehendak rakyat.

Rakyat yang selama ini diam bukan berarti tidak tahu, tapi sesungguhnya sedang menunggu sampai batas tertentu untuk bergerak serentak membela akal sehat. Percayalah, kewarasan akan selalu punya ruang untuk menang.

 



Berita Lainnya
  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.