Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Geliat Papua seusai PON

15/10/2021 05:00
Geliat Papua seusai PON
(MI/Duta)

 

 

PENYELENGGARAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XX telah mencapai ujungnya. Seluruh pertandingan berakhir kemarin dan PON XX akan ditutup secara resmi hari ini oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin.

Kontingen Jawa Barat tetap perkasa mempertahankan gelar juara umum dalam pesta olahraga empat tahunan di Tanah Air yang berlangsung di Papua tersebut. Jawa Barat juga menjadi juara umum saat menjadi tuan rumah PON XIX pada 2016.

Kesuksesan perhelatan PON XX, yang untuk pertama kalinya digelar di provinsi ujung timur itu, menjadi tonggak sejarah. Ternyata, Papua mampu menjadi tuan rumah yang baik.

Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat pembukaan, gelaran PON benar-benar telah menjelma menjadi panggung persatuan dan kebersamaan. Menjadi momen kemajuan Indonesia di Bumi Cenderawasih, panggung kesetaraan dan keadilan untuk maju bersama.

Tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, banyak prestasi ditorehkan pula dalam PON kali ini. Sejak pertandingan pertama PON XX Papua yang digelar pada 22 September hingga hari ke-22 penyelenggaraan pada Rabu (13/10), setidaknya 56 rekor baru tercipta.

Prestasi yang cukup membanggakan mengingat kompetisi olahraga nasional ini digelar di tengah kondisi pandemi covid-19 yang membuat persiapan atlet tidak maksimal. Hal itu membuktikan bahwa semangat para atlet mampu menutupi keterbatasan persiapan fisik.

Namun, perhelatan PON XX tidak hanya berhenti dalam perspektif sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Hadirnya PON di Papua membawa visi dan misi yang panjang ke masa depan. Pembangunan infrastruktur PON dan pendukungnya harus dijaga untuk kemajuan dan pemberdayaan rakyat Papua.

Kemegahan fasilitas yang dibangun bisa membantu putra-putri Papua berprestasi, khususnya di bidang olahraga. Modal dasar pembinaan para atlet ini harus tetap dijaga, jangan dibiarkan terbengkalai, dan harus produktif mencetak atlet-atlet andal.

Tentunya selain infrastruktur, kesuksesan mencetak atlet Papua yang mampu berprestasi nasional maupun internasional harus ditopang dengan sistem pembinaan yang baik pula. Itulah yang kini menjadi tugas pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi besar mutiara dari Papua.

Di samping arena, untuk mendukung PON, pemerintah juga telah membangun beragam infrastruktur, terutama demi mempermudah aksesibilitas dan mobilitas di Papua. Mulai dari jembatan, jalan, hingga terminal baru di Bandara Mopah, Merauke.

Hadirnya PON di Papua telah membuat infrastruktur di daerah tersebut tidak kalah dari wilayah lain di Indonesia. Dan, yang paling penting, Papua mampu dipercaya untuk menyelenggarakan event besar.

Tentu kepercayaan yang harus tetap dijaga ialah merawat infrastruktur demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Pasalnya, tidak sedikit anggaran yang telah dikucurkan. Jika dihitung sejak 2018 hingga 2021, totalnya mencapai Rp10,43 triliun.

Namun, dana besar itu akan terbayar jika kehadiran semua infrastruktur tersebut mampu mengerek kemajuan Papua, tidak hanya setara, melainkan mampu melampaui wilayah-wilayah lain di bumi pertiwi. Geliat ekonomi pun harus bisa terus dipertahankan seusai PON.



Berita Lainnya
  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.