Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN angka kasus terkonfirmasi positif covid-19 dalam beberapa pekan terakhir ini sesungguhnya semakin mengonfirmasi bahwa kelengahan semestinya tak mendapat tempat dalam situasi pandemi. Lengah, lalai, ibarat vitamin bagi si virus. Pada akhirnya akan menimbulkan kekacauan, bahkan bencana bila tak segera diakhiri.
Belakangan, rekor penambahan kasus positif harian terus terjadi. Terbanyak dicatatkan pada Minggu (29/11) dengan angka penambahan kasus positif infeksi virus korona sebanyak 6.267 orang. Setelah hari itu, hingga kemarin, penambahan kasus tak pernah kurang dari angka 5.000.
Pun, sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 kembali terisi penuh, ketersediaan tempat tidur isolasi pasien korona kian menipis. Tenaga kesehatan kembali kewalahan. Taman permakaman bagi warga yang meninggal karena covid-19 di beberapa daerah juga mulai tak mampu menampung jenazah.
Tidak bisa tidak, ini harus menjadi peringatan keras bahwa kita tak boleh sekali-sekali melepas ikatan pengetatan. Tali disiplin tak boleh dikendurkan, malah seharusnya makin dikencangkan jika kita tidak ingin wabah ini kian merajalela.
Drama korona ini hanya bisa diakhiri dengan kedisplinan yang tinggi dari masyarakat menjalankan protokol kesehatan dengan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) di satu sisi. Juga konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan 3T (tracing, testing, treatment) serta penegakan aturan prokes, di sisi yang lain.
Dalam konteks ini, kita mendukung keputusan pemerintah untuk memangkas cuti bersama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 sebanyak tiga hari. Kita apresiasi karena tampaknya pemerintah sudah mau belajar dari keputusan yang sedikit blunder ketika memberlakukan cuti bersama cukup panjang di akhir Oktober lalu. Pemerintah tak mau mengulang kesalahan yang sama.
Lonjakan kasus positif covid-19 belakangan ini memang sangat erat hubungannya dengan liburan cuti bersama yang lumayan panjang saat itu. Mungkin bukan satu-satunya faktor, tapi bisa kita duga sebagai faktor terbesar. Mengapa? Karena rangkakan naik angka penambahan kasus positif itu terjadi tepat dua minggu setelah masa liburan tersebut.
Karena itu sudah benar kiranya jika pemerintah memangkas cuti bersama di akhir tahun. Bahkan mungkin akan lebih baik lagi bila tak sekadar memangkas, tapi menghapus seluruh cuti bersama. Larangan mudik seperti yang diberlakukan pemerintah saat libur Lebaran beberapa waktu lalu pun barangkali perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan sebaran virus.
Namun, sekali lagi, ini bukan sekadar persoalan pangkas-memangkas cuti. Apa pun kebijakannya, termasuk memangkas cuti atau menghapus cuti sekalipun, itu tidak akan banyak artinya jika tidak diikuti dengan kesadaran berdisiplin terhadap penerapan protokol kesehatan. Apa pun aturannya, tidak akan banyak mengubah keadaaan jika penegakannya lemah dan inkonsisten.
Semua pihak mesti memaksakan diri untuk mampu beradaptasi dengan kondisi dan situasi yang ada. Adaptasi akan memudahkan bangsa ini mencari solusi. Demi melewati gelombang besar bernama pandemi covid-19, semua mesti kompak, patuh, dan disiplin pada perannya masing-masing.
Terlebih, saat ini peningkatan jumlah kasus positif korona telah mengikuti deret ukur. Sebarannya tidak lagi bisa disepelekan, karena sekali saja kita menyepelekan, angkanya akan bertambah berlipat-lipat.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved