Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Hentikan Politisasi Resesi

14/8/2020 05:00

TIDAK sepatutnya ada pihak-pihak yang sengaja menebar ketakutan akan resesi ekonomi. Semua pihak hendaknya bahu-membahu membangun optimisme dan menyiapkan strategi pemulihan yang cepat. Resesi akibat pandemi covid-19 tidak terhindarkan, butuh sikap bijak menghadapinya.

Mestinya semua elemen bangsa fokus bagaimana agar resesi yang mengancam negara ini tidak sampai pada fase krisis ekonomi. Fokus, agar ketika wabah ber akhir, kondisi bisa cepat pulih dan pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali.

Untuk itulah, masyarakat tidak perlu terprovokasi dengan ha sutan-hasutan bahwa ekonomi Indonesia tidak hanya akan masuk resesi, tapi juga akan terpuruk menuju krisis ekonomi seperti tudingan sejumlah pihak. Politisasi resesi hanya mengacaukan konsentrasi pemulihan ekonomi.

Memang, resesi ekonomi bagi Indonesia su dah di depan mata. Kondisi yang memang tidak terelakkan karena pandemi covid-19. Saat aktivitas sosial dan ekonomi terbatas, maka konsumsi, investasi, serta kinerja ekspor dan impor juga mengalami penurunan, yang membuat geliat ekonomi melambat.

Turunnya konsumsi masyarakat menyebabkan tingkat penjualan anjlok, produksi tidak bergerak. Imbasnya tidak ada kebutuhan investasi baru. Dengan konsumsi dan investasi turun drastis, pertumbuhan ekonomi sudah pasti mengalami kontraksi.

Angka pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang tercatat minus 5,32% menjadi penanda akan datangnya resesi ekonomi di Tanah Air. Memang, pemerintah masih optimistis triwulan III ekonomi akan tumbuh 0% alias positif. Namun, jika melihat kondisi saat ini, sektor-sektor yang mengalami kontraksi sangat dalam di kuartal II sulit pulih dalam waktu yang cepat.

Apalagi jika melihat data bahwa konsumsi rumah tangga yang menjadi komponen terbesar dalam PDB dengan kontribusi 58% merosot atau mengalami kontraksi sebesar 5,51%. Konsumsi rumah tangga hingga saat ini masih tertekan.

Karena itulah, banyak pihak memprediksi kondisi serupa juga terjadi pada kuartal III dan IV 2020. Jika proyeksi benar terjadi, ekonomi Indonesia bisa dinyatakan resesi pada Oktober.

Yang jelas, meskipun Indonesia nanti dinyatakan resesi, publik tidak perlu panik. Di tengah pandemi,  resesi sudah menjadi kenormalan baru. Hampir semua negara mengalami resesi. Tidak hanya negara kita, sejumlah negara maju justru mendahului masuk resesi.

Total sepuluh negara telah memasuki fase resesi ekonomi, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Prancis,Italia, Inggris, Korea Selatan, Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Filipina. Kenyataan ini  menegaskan bahwa resesi bisa menghampiri setiap negara. Yang membedakan ialah bagaimana langkah mitigasinya.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk meminimalkan dampak resesi. Pemerintah mendorong belanja pe merintah, memberikan stimulus, serta mendukung terealisasinya investasi domestik. Total anggaran stimulus mencapai Rp695,2 triliun, yang mencakup program penanganan medis dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pekerjaan rumah terbesar terletak pada penyerapan anggarannya. Hingga minggu lalu, data Kementerian Keuangan menunjukkan penyerapan PEN masih di angka Rp151,25 triliun atau 21,8% dari pagu anggaran PEN senilai Rp695,2 triliun.

Tentu semua berharap pemerintah bisa segera mengatasi hambatan ini sehingga memasuki triwulan ketiga bisa menggenjot belanja agar kontraksi ekonomi tidak jauh lebih dalam. Jangan kacaukan konsentrasi pemulihan ekonomi dengan politisasi resesi.

 



Berita Lainnya
  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.