Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA-NEGARA di dunia saat ini berlomba-lomba untuk secepatnya mendapatkan vaksin yang efektif melawan virus korona baru penyebab covid-19. Tahapan-tahapan
menemukan hingga memproduksi vaksin secara komersial biasanya memerlukan waktu rata-rata 5 tahun sampai 10 tahun.
Namun, tekanan pandemi tampaknya telah memacu kecepatan proses penemuan vaksin. Setidaknya sudah ada enam kandidat vaksin di dunia yang masuk fase ketiga uji klinis.
Fase terakhir uji klinis yang diperkirakan memerlukan waktu enam bulan itu mensyaratkan ribuan relawan sebagai objek uji coba.
Indonesia terlibat dalam uji klinis fase ketiga untuk kandidat vaksin yang dikembangkan Sinovac asal Tiongkok. Uji coba telah dimulai, kemarin, dan ditargetkan rampung pada Januari
tahun depan.
Presiden Joko Widodo yang meninjau langsung pelaksanaan suntikan perdana uji klinis fase ketiga di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, menegaskan optismismenya. Presiden yakin vaksin akan siap didistribusikan kepada masyarakat pada pertengahan tahun depan.
PT Bio Farma pun telah menyanggupi untuk memproduksi dengan kapasitas terpasang 250 juta dosis per tahun mulai akhir tahun ini. Bukan hanya vaksin dari Tiongkok, secara paralel Indonesia juga mengembangkan sendiri vaksin merah putih dengan melibatkan sejumlah universitas dan lembaga penelitian.
Keyakinan tinggi yang timbul dari perkembangan cepat upaya menemukan vaksin covid-19 turut disebut sebagai penyebab menghijaunya perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.
Tentu, boleh-boleh saja kita memiliki optimisme besar. Malah, kemarin, Rusia mengumumkan sudah menyetujui produksi vaksin covid-19 buatan mereka sendiri, hanya dalam tempo dua bulan setelah diujicobakan kepada manusia.
Vaksin itu sebetulnya juga baru memasuki uji klinis fase ketiga. Barangkali dengan memajukan satu tahapan sebelum tahapan uji klinis terbukti berhasil, pemimpin Rusia Vladimir Putin berharap vaksin bisa didapat lebih cepat.
Yang berbahaya ialah apabila kita terlampau terburu-buru untuk menemukan vaksin sehingga tahapan proses ada yang diperpendek atau bahkan dilewatkan, terutama bila tahapan
itu ialah uji klinis. Alih-alih mendapatkan vaksin yang efektif menangkal korona, rakyat justru semakin dalam bahaya.
Euforia optimisme atas progres penemuan vaksin juga jangan sampai membuat kita mengendurkan disiplin mematuhi protokol kesehatan.
Bila perkiraan vaksin didistribusikan ke masyarakat pada pertengahan tahun depan, berarti masih ada satu tahun yang harus kita lalui. Selama itu, kita tetap harus berjibaku mencegah penularan covid-19.
Tidak ada jalan lain kecuali terus-menerus menjaga jarak, memakai masker dengan benar, dan sering mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik.
Baru-baru ini, sebuah riset dari Duke University, Amerika Serikat, mengidentifi kasi efektivitas masker, mulai tipe N95 yang terbukti paling aman hingga masker yang terbuat dari kain
penghangat leher yang sering dipakai berolahraga.
Dari situ diketahui, masker yang terbuat dari kain katun memberikan keamanan moderat, sedangkan kain penghangat leher justru mempercepat penularan covid-19.
Temuan-temuan seperti itu menuntut pemerintah untuk selalu sigap memodifikasi protokol kesehatan sesuai dengan perkembangan pengetahuan manusia tentang covid-19, kemudian segera menyosialisasikannya kepada masyarakat luas.
Bukan tidak mungkin ketika nantinya vaksin berhasil ditemukan, masyarakat tidak perlu bergantung padanya karena sudah piawai mencegah korona melalui kebiasaan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved