Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Penegakan Hukum adalah Kunci

14/4/2020 05:00

KENDATI telah diberlakukan selama empat hari, efektivitas pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di wilayah DKI Jakarta untuk memutus rantai penularan virus covid-19 masih meragukan. Tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat masih rendah menjadi lantarannya.

Benar bahwa Jakarta tak seramai seperti sebelum PSBB diterapkan. Akan tetapi, di sejumlah tempat, kerumunan tetap menghiasi wajah kusut Ibu Kota. Di Pasar Minggu, misalnya, masyarakat memadati Jalan Terminal Baru untuk melakukan aktivitas jual beli.

Mereka berkerumun dalam jarak rapat dan tidak sedikit yang tak memakai masker penutup mulut dan hidung. Menjaga jarak dan mengenakan masker ialah bagian dari regulasi PSBB, tetapi regulasi itu mereka langgar.

Kemarin, jalanan Ibu Kota yang sempat sepi juga kembali ramai. Banyak kendaraan baik roda empat atau roda dua yang memasuki wilayah Jakarta. Di pintu-pintu masuk seperti Kalimalang, Cileduk, dan Kalideres, kerumunan massa menjadi penampakan yang biasa pula.

Belum lagi, masih banyak masjid menyelenggarakan salat Jumat dengan diikuti banyak jemaah. Padahal, jelas dan tegas bahwa selama PSBB semua kegiatan keagamaan masuk area pembatasan.

Jelas, fakta-fakta itu memprihatinkan, sangat memprihatinkan. Sampai-sampai, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menyebut hampir tak ada perubahan perilaku masyarakat, meski PSBB sudah memasuki hari keempat.

Tujuan PSBB ialah meminimalisasi, kalau tidak bisa meniadakan, mobilitas dan interaksi masyarakat agar virus korona tak kian menggila melancarkan ekspansinya. Namun, faktanya, mobilitas dan interaksi warga masih saja tinggi.

PSBB hanya akan berhasil jika semua ketentuan yang bermuara pada social distancing dan physical distancing ditaati. Ketaatan akan ada hanya jika masyarakat mengedepankan kedisiplinan.

Sudah banyak anggota masyarakat yang dengan penuh kesadaran menaati segala ketentuan PSBB dan kita memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mereka. Masalahnya, banyak pula warga yang justru masih gemar mengabaikan ketaatan itu.

Mereka belum juga mau, atau memang tidak mau, sadar bahwa covid-19 merupakan penyakit yang sangat mudah menular lewat interaksi sosial. Mereka tetap saja membutakan mata dan menulikan telinga terhadap segala bentuk imbuan, sosialisasi, dan edukasi tentang betapa berbahayanya virus korona.

Kian jelas bahwa imbauan saja tidak akan kuasa membuat masyarakat mematuhi PSBB. Sudah cukup pendekatan seperti itu dilakukan, dan sudah saatnya negara menggunakan kewenangannya untuk memaksa mereka mematuhi regulasi PSBB. Demi keselamatan rakyat, sudah waktunya negara menegakkan hukum terhadap mereka yang melanggar.

Tak cukup lagi dengan teguran. Saatnya sanksi apa pun bentuknya, apakah denda atau pidana penjara, ditimpakan agar PSBB tak sia-sia. Tanpa penegakan hukum yang tegas, regulasi PSBB hanya menyiratkan harapan di atas kertas.

Tanpa penegakan hukum yang bisa menghadirkan efek jera, PSBB yang juga segera diberlakukan di sejumlah daerah tak akan ampuh untuk mengenyahkan virus korona.

Tentu, tak cuma kepada masyarakat kedisiplinan dan kepatuhan kita harapkan. Pemerintah pun harus disiplin menaati aturan main. Bukan malah sebaliknya, membuat kebijakan membingungkan dan menyesatkan seperti menerbitkan peraturan Menteri Perhubungan yang membolehkan ojek daring mengangkut penumpang selama PSBB.

Sangat tidak elok kita menuntut rakyat kompak menjaga kedisiplinan dan kepatuhan pada ketentuan yang dibuat pemerintah, sedangkan di kalangan pemerintah malah mengabaikan kekompakan.

Kalau kepada rakyat, penegakan hukum menjadi kunci pematuhan PSBB, kepada unsur pemerintah harus pula dipastikan supaya mereka patuh pada garis koordinasi. Dalam hal ini, sebagai panglima tertinggi dalam perang besar melawan korona, Presiden tak boleh berdiam diri.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.