Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Disiplin Kolektif Hadapi Covid-19

11/4/2020 05:00

KEDISIPLINAN dalam mematuhi protokol kesehatan menjadi keniscayaan dalam menghadapi berkembangnya wabah di suatu wilayah. Semakin disiplin protokol kesehatan dipatuhi, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dalam mengatasi wabah tersebut.

Sebaliknya, semakin rendah kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan, akan semakin rendah pula keberhasilan dalam mengatasi wabah yang sama.

Prinsip kedisiplinan yang sama juga berlaku dalam menghadapi pandemi virus korona atau covid-19, yang hingga kemarin, telah menginfeksi lebih dari 1,5 juta penduduk dunia, termasuk di antaranya 3.500 lebih warga di Indonesia.

Dalam kaitan yang sama, Presiden Joko Widodo melalui video, kemarin, pun menekankan pesan mengenai pentingnya menegakkan kedisiplinan kuat dalam mematuhi protokol kesehatan itu. Protokol  kesehatan yang dimaksud ialah tetap disiplin berada di rumah, menjaga jarak aman dengan orang lain, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, tidak menyentuh wajah, dan mengenakan masker saat keluar rumah.

Pesan Kepala Negara itu kita nilai tepat momentumnya bersamaan dengan diterapkannya status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai berlangsung di Ibu Kota Jakarta sejak kemarin hingga 14 hari mendatang. Tanpa kepatuhan dan disiplin tinggi dari seluruh komponen masyarakat, status PSBB di Ibu Kota atau di mana pun hal itu diterapkan tidak akan membawa hasil.

Harus kita tekankan kembali bahwa covid-19 merupakan virus yang sangat mudah menyebar. Untuk menghentikan wabah ini, satu-satunya jalan yang harus ditempuh ialah memutus mata rantai penyebaran agar penularan virus itu dapat dihentikan. Penghentian total tersebut hanya dapat dicapai dengan penerapan physical distancing dan penegakan protokol kesehatan lainnya.

Apresiasi sepatutnya diberikan kepada warga yang patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan itu. Kepada warga yang belum menjalankan protokol, kita mendorong agar mereka segera mematuhinya.

Sangat disesalkan, pada hari pertama pemberlakuan PSBB, kemarin, sejumlah warga dilaporkan masih saja berkeliaran di ruang publik untuk keperluan yang tidak mendesak. Kita berharap pengabaian dan pelanggaran yang sama tidak terulang.

Karena itu, kita mendorong aparat keamanan tidak ragu untuk bertindak tegas jika masih ada individu atau kelompok yang tidak menaati protokol kesehatan yang ditetapkan dalam PSBB.

Kita sepekat dengan pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, bahwa disiplin individu dalam mematuhi protokol kesehatan sangatlah penting. Namun, disiplin kolektif jauh lebih penting lagi untuk diterapkan. Tanpa disiplin kelompok, disiplin per individu yang telah dipraktikkan dalam mematuhi protokol kesehatan akan menjadi sia-sia.

Dalam konteks inilah semangat solidaritas dan kebersamaan berperan krusial. Sudah saatnya kita bergotong-royong, bersatu padu menegakkan kedisiplinan kolektif dalam perang melawan covid-19. Tanpa kedisiplinan kolektif mustahil protokol kesehatan dapat ditegakkan.

Bila protokol kesehatan gagal ditegakkan, upaya memutus mata rantai penularan dan penyebaran covid-19 pun sulit dicapai. Jangan sampai itu yang terjadi.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.