Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Memastikan Industri Bergerak 

04/4/2020 05:00

COVID-19 tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global, tetapi juga telah memantik kriris perekonomian dunia. Virus korona jenis baru yang bermula dari Wuhan, Tiongkok, kini telah mewabah di hampir seluruh negara sekaligus melumpuhkan perekonomian.

Pembatasan perjalanan, penutupan wilayah alias karantina, dan pembatasan kegiatan usaha di berbagai negara memang membuat banyak sektor bisnis terpukul dari mulai pariwisata hingga manufaktur.

Efek lanjutannya pada karyawan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Diprediksi pengangguran global akan meningkat menjadi 24,7 juta orang. Data terbuka disampaikan Prancis bahwa jumlah pekerja di negara itu, yang saat ini dirumahkan dan berpotensi terkena PHK, mencapai 4 juta orang. Di Spanyol, pengangguran naik menjadi 3,5 juta.

Pukulan telak telah menyebabkan kerusakan berat di sektor pariwisata Tanah Air. Kunjungan turis internasional menurun drastis. Industri perhotelan kini tengah terkapar. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendata sebanyak 1.139 hotel telah tutup karena pandemi covid-19, belum lagi tutupnya 286 restoran, tempat wisata, dan hiburan.

Sedangkan aktivitas industri manufaktur mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Sejumlah pabrikan otomotif telah menghentikan produksinya, baik yang bersifat permanen, ataupun sementara. Belum lagi macetnya sektor ekonomi informal. Di Jakarta saja tercatat 3,7 juta pekerja informasi terdampak dan akan mendapat bantuan sosial.

Fakta itu menegaskan bahwa dalam menghadapi korona tidak cukup dari sisi kesehatan semata, mesti beriringan antara penanggulangan di bidang kesehatan dan sektor perekonomian. Artinya, pekerjaan pemerintah menghadapi dua malapetaka.

Para pemangku kewenangan di negeri ini juga mestinya telah mengantisipasi. Pencegahan terjadinya PHK besar-besar di dalam negeri mesti dipikirkan. Presiden Joko Widodo menebar sembilan stimulus ekonomi yang seluruhnya menyasar individu. Mulai dari padat karya yang dilipatkan sampai ujung daerah, hingga relaksasi kredit di perbankan.

Anggaran pusat dan daerah yang tidak prioritas dialihkan untuk tiga hal. Pertama, bidang kesehatan, terutama untuk pengendalian covid-19. Kedua, jaring pengaman sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu. Ketiga, insentif ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mereka bisa tetap berproduksi dan menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja.

Untuk itulah, elemen di dalam pemerintahan tidak harus semua ikut terlibat dalam penanganan covid-19. Menteri yang tidak ada hubungan dengan covid-19, kerja seperti biasa bahkan mesti kerja luar biasa.

Kerja luar biasa, terutama menteri-menteri bidang ekonomi, untuk menjamin kebijakan dan stimulus yang telah disusun diimplementasikan dengan saksama, memastikan sektor produksi dan distribusi tetap berjalan sehingga mimpi buruk PHK massal tidak menjadi kenyataan.

Para menteri yang tidak berhubungan dengan covid-19 harus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dan mampu mengendalikan harga di pasaran. Industri tidak boleh berhenti berdenyut sehingga pasokan bahan baku mesti dijamin, jangan sampai tertahan oleh protokol covid-19 yang memang dibuat rigid.

Kalau industri dibiarkan berhenti berproduksi, malapetaka susulan akibat covid-19 tinggal menunggu waktu.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.