Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Upaya Paksa Cegah Korona

31/3/2020 05:00
Upaya Paksa Cegah Korona
Ilustrasi(MI/Duta)

PERKEMBANGAN wabah virus covid-19 di Tanah Air kian mengkhawatirkan. Selain jumlah penderita terus bertambah, potensi membengkaknya pasien yang terpapar vi­rus korona varian baru itu pun semakin besar karena tidak op­timalnya realisasi imbauan peme­rintah untuk menjaga jarak.

Penyebaran virus covid-19 bahkan dikhawatirkan akan kian menggila dengan cakupan wilayah yang jauh lebih luas pula. Jika selama ini Ja­kar­ta dan sekitarnya menjadi episentrum wabah ko­rona, daerah-daerah lain di Indonesia diprediksi bi­sa mengalami nasib serupa. Penyebabnya tak lain ialah begitu banyak warga yang mudik prematur ke kampung halaman masing-masing.

Menurut Presiden Joko Widodo, selama delapan hari terakhir saja tak kurang dari 14 ribu orang mudik dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istmewa Yogyakarta. Mereka menggunakan 876 bus. Belum lagi yang menggunakan moda transportasi lain.

Mereka, para pemudik itu, selain membawa harta ben­da yang tersisa, bukan tak mungkin pula membawa pulang virus korona. Tanpa sadar, karena yang terpapar terkadang juga tak menunjukkan gejala, mereka menjadi penular bagi virus korona untuk memperluas ekspansinya.

Banyaknya warga yang memilih pulang kampung lebih awal memang patut kita sesalkan. Namun, kita tak lantas begitu saja bisa menyalahkan mereka. Mereka yang mayoritas pekerja informal itu meninggalkan Ibu Kota karena terpaksa. Terpaksa lantaran tak ada lagi sumber penghasilan setelah perekonomian mati suri akibat serangan korona.

Meski begitu, apa pun alasannya, pulang kampung dalam situasi seperti sekarang pantang dibiarkan. Pa­da konteks itulah kita mendukung sepenuhnya per­nyataan Presiden Jokowi, kemarin, akan perlunya langkah lebih tegas untuk mencegah masyarakat di Ja­bodetabek mudik.

Tepat pula peraturan presiden dan instruksi presiden yang disiapkan pemerintah untuk mengatur soal mudik Lebaran nanti demi mencegah persebaran ko­rona. Bahkan, penerapan status darurat sipil seperti yang dilontarkan Presiden untuk menopang kebijakan pembatasan sosial dengan skala lebih besar tak ada salahnya dilakukan jika memang dibutuhkan.

Langkah tegas menjadi keniscayaan karena langkah lunak terus diabaikan. Imbauan dari pemerintah dan para tokoh soal pentingnya social distancing dan physical distancing sebagai cara paling tepat untuk membendung penularan korona, misalnya, terbukti majal. Pun dengan kebijakan kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah.

Bagi sebagian rakyat kita, upaya paksa tampaknya harus diberlakukan agar mereka mematuhi kebijakan yang ada. Di sinilah pentingnya kewibawaan negara untuk memastikan strategi dalam pertempuran hidup mati melawan korona membuahkan kemenangan.

Ketika keselamatan rakyat berada dalam ancaman luar biasa akibat covid-19, menjadi tugas negara untuk melakukan segala upaya penyelamatan, apa pun bentuknya. Ketika negara dalam bahaya akibat virus korona, menjadi kewajiban pemerintah pusat dan pe­merintah daerah untuk melindunginya, apa pun caranya.

Tiada lagi pembenaran untuk menoleransi sikap dan perilaku yang bisa memperparah keadaaan. Ke­tegasan sikap dan tindakan pemerintah amatlah vital bagi sukses-tidaknya negara menghadang penyebaran korona.

Kepada pemerintah daerah sentra ekonomi, tutuplah pintu serapat-rapatnya agar tak ada lagi warga yang pulang kampung. Untuk masyarakat yang telanjur mu­dik, pemerintah daerah mesti memantau ketat, bahkan kalau perlu, memaksa mereka untuk mengisolasi diri agar tidak menjadi penyebar virus korona.

Namun, perlu diingatkan pula, negara juga berkewajiban menjamin kehidupan sehari-hari rakyat. Eksekusi segera berbagai bantuan ke masyarakat untuk mengurangi beban berat mereka. Tanpa itu, pembatasan sosial dalam skala besar justru bisa membuat situasi menjadi liar.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.