Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Pastikan Kesiapan Karantina Jilid II

26/2/2020 05:05

MESKI virus korona Wuhan atau Covid-19 hingga kini belum terdeteksi di Indonesia, kita memang tidak bisa lengah. Terlebih saat ini Covid-19 justru sedang naik pesat di luar Tiongkok.

Hingga kemarin petang telah 152 orang terinfeksi di Italia, dan 7 orang di antaranya meninggal. Di Korea Selatan, juga 7 orang telah meninggal hingga Senin, jumlah yang terinfeksi mencapai 763 orang.

Jumlah kematian lebih mengerikan terjadi di Qom, Iran, yang mencapai 50 orang dan 250 orang lainnya di karantina. Qom pun menjadi pusat infeksi terburuk setelah Wuhan, Tiongkok.  Kondisi itu menunjukkan jika Covid-19 memang berbahaya.

Dengan prinsip itu maka kita sepakat dengan langkah pemerintah untuk mengkarantina 188 WNI anak buah kapal (ABK) World Dream. Memang awak dan penumpang kapal pesiar tersebut telah menjalani masa karantina begitu merapat di Hong Kong. Tes pemeriksaan pun telah dilakukan dan membawa hasil negatif Covid-19 sehingga akhirnya mereka diperbolehkan pulang.

Meski begitu kewaspadaan berlapis tetap mutlak di masa ini. Terlebih adanya kasus di mana kondisi infeksi yang tidak menunjukkan simptom. Sebab itu kehati-hatian dalam menghadapi virus ini bukanlah paranoia.

Selain itu karantina lanjutan di dalam negeri sesungguhnya bukan saja mengeliminasi kemungkinan infeksi yang tidak terdeteksi melainkan juga mengeliminasi kekhawatiran di masyarakat. Setelah lulus dari karantina tambahan maka para ABK bisa sepenuhnya beraktivitas normal.

Meski begitu memang wajar pertanyaan muncul mengenai pilihan tempat karantina jilid II ini. Bukan di Natuna seperti yang dijalani mahasiswa Indonesia dari Wuhan beberapa waktu lalu, melainkan Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Kita dapat memahami jika pilihan pulau tidak berpenghuni itu tepat dari sisi mencegah penularan ke masyarakat umum. Begitu juga mencegah kekisruhan penduduk seperti yang sempat terjadi di Natuna.

Pulau Sebaru Kecil juga sudah punya modal awal untuk menampung pengunjung. Di pulau ini ada sumber air tawar dan fasilitas delapan bangunan bertingkat yang semula dirancang untuk klinik rehabilitasi pecandu narkoba.

Meski begitu berbagai perbaikan dibutuhkan karena fasilitas yang dibangun pada 2008 itu diakui tidak pernah digunakan untuk pengguna dalam jumlah besar dan lama. Kelemahan fasilitas mungkin bisa terdengar sepele namun bisa juga berdampak serius jika kita bicara virus epidemik.

Kita harus memahami jika tujuan karantina ini sesungguhnya bukan hanya melindungi kesehatan masyarakat melainkan juga para ABK sendiri. Sungguh ironis, jika tempat karantina nantinya malah menjadi tempat penularan virus hanya karena fasilitas termasuk sanitasi yang tidak memadai.

Sebab itu keseriusan pemerintah dalam mencegah masuknya Covid-19 haruslah dibarengi dengan kesiapan fasilitas karantina non-rumah sakit yang memadai. Lebih lagi dengan kemungkinan jilid-jilid berikutnya dalam karantina WNI dari luar negeri maka sudah sepatutnya pemerintah segera mempersiapkan fasilitas yang lebih terencana.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.