Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Sesat Logika RUU Ketahanan Keluarga

22/2/2020 05:00

TIDAK sulit dipahami mengapa RUU Ketahanan Keluarga menuai badai kritik. Justru yang susah dimengerti ialah alasan lahirnya RUU itu.

RUU Ketahanan Keluarga bertolak belakang dengan semangat kesetaraan gender. Lebih aneh lagi, RUU itu juga menerabas ruang privat.

Demikian otoriternya RUU tersebut, bahkan dalam Pasal 24 diatur soal kewajiban saling mencintai di antara suami dan istri. Pada pasal setelahnya, negara dibuat tidak mendukung kesetaraan gender. Dalam Pasal 25 itu, urusan rumah tangga dibuat dalam poin sendiri dan urusannya menjadi kewajiban istri.

Kiranya tidak salah jika aktivis perempuan, Prof Musdah Mulia, menyebut RUU itu RUU jahiliah. Ia juga mengungkap bahwa RUU itu seperti penjiplakan dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang sudah diamendemen. Kenyataannya, bahkan UU yang dilahirkan di era Orde Baru itu tidak mewajibkan cinta.

Membahas lebih jauh pasal demi pasal RUU itu pun sama sekali tidak memberikan manfaat, justru semakin memperjelas keanehan logika, jika bukan ketidakpekaan anggota DPR terhadap kondisi masyarakat. RUU ini juga ibarat senjata salah kaprah terhadap isu yang dikatakan hendak diperjuangkan. Satu contohnya ialah ketiadaan isu KDRT yang banyak terjadi dan justru pengaturan soal aktivitas seksual bondage and discipline, sadism and masochism (BDSM) yang sangat privat dan secara persentase mungkin sangat kecil.

Tidak hanya itu, RUU itu bertentangan dengan banyak kebijakan dan agenda internasional. Sebut saja, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Selain itu, komitmen Indonesia dalam sustainable development goals (SDGs).

Namun, tanggung jawab atas RUU itu bukan hanya milik lima anggota DPR yang menjadi pengusungnya. Kelimanya ialah Ledia Hanifa dan Netty Prasetyani dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada juga Endang Maria Astuti (Golkar), Sodik Mudjahid (Gerindra), dan Ali Taher Parasong (PAN).

Tanggung jawab sama besarnya juga milik seluruh fraksi di DPR karena telah menyetujui RUU itu hingga dapat masuk ke pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Karena itu, benar-benar konyol ketika kini fraksi-fraksi lain mencemooh, bahkan menempatkan diri seperti rakyat yang terkaget-kaget dengan isi RUU tersebut.

Ketimbang saling lempar batu, yang malah semakin memperkuat citra malas DPR, sepatutnya fraksi-fraksi memerintahkan para anggota yang menjadi pengusulnya untuk menarik diri. Ini merupakan jalan satu-satunya agar RUU itu dapat dibatalkan dari tahap pembahasan.

Keseriusan fraksi dalam menegakkan kesetaraan gender dan menghormati ruang privat mestinya juga ditunjukkan dengan sikap tegas kepada anggota tersebut. Peringatan keras bahkan pemecatan bukanlah langkah berlebihan.

Selain itu, fraksi yang di kemudian hari hanya berkoar-koar menolak RUU Ketahanan Keluarga tanpa melakukan langkah nyata mesti menjadi catatan hitam bagi konstituen dan rakyat.

Lebih jauh lagi, kita mendesak seluruh fraksi di DPR benar-benar serius menjaga kualitas setiap RUU yang diusung. Kita harus menyadari bahwa RUU Ketahanan Keluarga hanyalah secuil contoh maboknya anggota dewan pada isu-isu privat. Sebaliknya, isu-isu yang lebih besar dan urgen yang dihadapi bangsa justru tidak mereka pahami.

Berkutatnya kita pada hal-hal privat ialah senyatanya kesesatan pikir akan peran dan kewenangan negara. Berulangnya RUU sejenis ini sebenarnya bukan hanya kerugian waktu dan energi, melainkan kejahatan karena telah meminggirkan hal-hal nyata krusial.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.