Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SKANDAL yang membelit PT Asuransi Jiwasraya amatlah besar sehingga mutlak memerlukan tekad dan kemauan superbesar pula untuk menuntaskannya. Setidaknya ada dua penyelesaian yang mesti disegerakan agar megaskandal itu menjadi terang benderang, yaitu penyelesaian hukum dan penyelesaian hak-hak nasabah.
Skandal Jiwasraya memang tidak main-main. Akibat sikap ugal-ugalan beberapa bekas direksi dalam mengelola, perusahaan asuransi pelat merah itu menyisakan kerugian negara lebih dari Rp3 triliun.
Belum cukup, amat banyak nasabah pemegang polis yang jatuh tempo belum mendapatkan hak mereka. Jumlah totalnya terbilang fantastis, mencapai Rp12,4 triliun.
Dengan kerugian sebesar itu, penyelesaian skandal Jiwasraya memerlukan kemauan luar biasa. Apalagi, ada kerugian jauh lebih besar yang telah menunggu jika penuntasannya asal-asalan, yakni kepercayaan publik terhadap asuransi akan terjun bebas. Logikanya sederhana, berinvestasi di perusahaan asuransi milik negara saja tak mendapat jaminan uang kembali, apalagi menjadi nasabah perusahaan asuransi swasta.
Karena itu, negara harus superserius dalam menyelesaikan kesengkarutan tersebut. Hingga detik ini, kita pun masih layak memberikan kepercayaan sekaligus menyandarkan asa kepada negara dalam menuntaskan perkara Jiwasraya.
Setidaknya dua penyelesaian sudah mulai mereka lakukan. Pertama, negara telah melakukan tindakan hukum kepada mereka yang diduga bertanggung jawab membuat Jiwasraya porak-poranda. Baru-baru ini, Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan lima tersangka.
Tiga dari kelima tersangka itu ialah eks petinggi Jiwasraya, yaitu mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Harry Prasetyo, serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. Dua orang lainnya dari pihak swasta, yaitu Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.
Kita mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung itu. Namun, kita juga mengingatkan Korps Adhyaksa bahwa penetapan tersangka barulah langkah awal yang wajib diikuti dengan langkah-langkah berikutnya tanpa mengurangi kadar ketegasan.
Membuktikan kelima tersangka bersalah secara hukum dan memastikan mereka mendapat hukuman setimpal merupakan tugas Kejaksaan Agung selanjutnya yang tak kalah berat.
Kita perlu mengingatkan pula kepada kejaksaan untuk tidak berhenti pada lima tersangka. Dengan kerugian sedemikian dahsyat, amat mungkin ada pihak lain yang terlibat dan mereka juga harus dipastikan tidak lepas dari jerat tanggung jawab.
Beban Kejaksaan Agung memang tak ringan. Namun, itulah momentum terbaik untuk unjuk bukti bahwa mereka juga patut diandalkan untuk memberantas korupsi di negeri ini. Itulah pertaruhan bagi Korps Adhyaksa sebagai garda terdepan bangsa dalam perang melawan korupsi, selain Polri dan KPK.
Beriringan dengan penyelesaian secara hukum, kita patut pula menyambut baik penyelesaian hak-hak nasabah. Setelah lama diimpit ketidakpastian, para nasabah kini boleh bernapas lega karena pemerintah memastikan bahwa korporasi akan secepat mungkin membayar dana milik pemegang polis.
Dengan sejumlah langkah, termasuk membentuk holding asuransi pelat merah pada akhir Februari nanti untuk mendapatkan dana segar, pemerintah akan memenuhi hak-hak nasabah Jiwasraya secara bertahap.
Hanya negara yang bisa menyelesaikan skandal jumbo Jiwasraya. Kita menyambut positif langkah yang sudah ditempuh pemerintah. Meskipun demikian, harus pula kita tegaskan bahwa perjalanan penuntasan kasus tersebut masih teramat jauh. Karena itu, konsistensi dan ketegasan harus terus dikedepankan.
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved