Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Memimpin dalam Pencegahan Bencana

08/1/2020 05:05

HIDUP berdampingan dengan bencana membuat bangsa kita sudah tergolong tanggap dalam menangani dampak yang ditimbulkan. Hal itu tampak pula ketika banjir melanda Jakarta dan sekitarnya pekan lalu.

Pemerintah daerah setempat dengan bantuan relawan bereaksi cepat melakukan evakuasi dan memberi bantuan pangan. Kepala-kepala daerah langsung meninjau area-area yang terdampak sekaligus menginstruksikan pemberian bantuan yang masih diperlukan.

Beberapa provinsi kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana. Seketika itu, pemerintah pusat bisa segera turun tangan mempercepat penanggulangan dampak bencana banjir. Presiden Joko Widodo bahkan mendatangi area-area yang terisolasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Lebak, Provinsi Banten.

Setelah mencoba untuk kedua kalinya, wilayah Sukajaya, Bogor, bisa ditembus Presiden Jokowi, kemarin. Setelah itu, bantuan diharapkan dapat dengan lancar mengalir hingga ke tangan para korban bencana. Bukan hanya pangan, sandang, dan obat-obatan, melainkan juga bantuan alat-alat berat untuk memulihkan prasarana setempat.

Presiden pun menetapkan target-target pemulihan. Untuk Lebak, sebanyak 30 jembatan yang rusak harus rampung terbangun dalam waktu paling lambat empat bulan ke depan. Pemerintah Provinsi Banten juga diminta memproses relokasi permukiman warga yang menjadi korban.

Sikap cepat tanggap kepala daerah maupun Presiden seperti itu tentu kita apresiasi. Di sisi lain, sikap tersebut sepatutnya dianggap sebagai kelaziman. Para pemimpin memang harus mampu bekerja efektif memulihkan kondisi warga yang menjadi korban. Meninjau area terdampak bisa memberikan gambaran langsung kebutuhan penanggulangan bencana.

Hanya saja, kerap kali sikap cepat tanggap terjadi di awal. Seperti yang terlihat di beberapa tempat di Jakarta, Banten, dan Bekasi. Begitu air surut, aparat tidak tampak lagi.

Begitu banyak warga harus berjibaku membenahi sendiri rumah dan lingkungan mereka yang diterjang banjir. Ada pula yang malah sama sekali tidak mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat. Padahal, bagi warga, beban pada tahap pemulihan tidak kalah beratnya dengan pada saat banjir masih menggenang.

Sama halnya dengan tanggap di awal bencana, pengawalan hingga tahap pemulihan rampung mestinya juga menjadi sikap yang lazim ditunjukkan kepala daerah. Warga tidak akan merasa ditinggal sendirian karena terus mendapat perhatian dari pemerintah.

Bagaimanapun ada porsi tanggung jawab yang besar di tangan pemerintah ketika bencana banjir dan tanah longsor mendera. Kedua jenis bencana mestinya bisa dicegah dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat. Teknologi penangkal banjir, misalnya, sangat mudah didapat. Praktik-praktik sukses di negara lain juga tidak sulit diadopsi.

Banjir dan tanah longsor sangat erat pula dengan kebijakan tata ruang. Dalam hal ini, persoalan kita bukan pada sulitnya menyusun tata ruang yang aman dan lestari, melainkan pada kepatuhan yang rendah dalam penerapannya. Tambang ilegal, permukiman yang menjamur di daerah resapan, dan hunian yang mempersempit aliran sungai ialah contoh-contoh pelanggaran yang terus-menerus dibiarkan.

Ketegasan dalam menegakkan aturan merupakan syarat mutlak dalam pencegahan bencana. Sudah semestinya negara dan otoritas daerah hadir tidak hanya di kala bencana terjadi, tetapi juga memimpin dalam pencegahan.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.