Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Gengsi Politik Buka Jalan Banjir

03/1/2020 05:00
 Gengsi Politik Buka Jalan Banjir
Ilustrasi(MI/Duta)

BICARA persoalan banjir di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Tiap kali hujan deras semalaman hingga esok harinya, ada saja wilayah yang terendam banjir. Banjir menjadi bencana rutin di banyak daerah.

Terminologi itu mestinya perlu ditinjau kembali. Bencana kok rutin. Kerutinan ini sesungguhnya menunjukkan ketidakbecusan mengatasi persoalan banjir secara tuntas.

Ibu Kota selayaknya menjadi barometer. Bila di Ibu Kota negara saja banjir masih begitu mudahnya berkunjung, tentu tidak mengherankan bila di wilayah lain terjadi hal serupa. Harus disadari pula, mengatasi persoalan banjir tidak mudah. Intinya perlu keberlanjutan program kebijakan dari waktu ke waktu.

Salah satu program yang menjadi andalan ialah normalisasi aliran sungai di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sungai-sungai dilebarkan dan diperdalam untuk menambah daya tampung sekaligus memperlancar aliran air. Jalan-jalan inspeksi dibangun di beberapa area tepi sungai demi mempermudah penanganan air dan perawatan sungai.

Sayangnya, program yang dimulai pascabanjir bandang 2012 sebagai proyek kolaborasi pemerintah pusat, Pemprov DKI, dan Pemprov Jawa Barat itu mandek dua tahun belakangan. Untuk Sungai Ciliwung saja baru setengahnya yang sudah ternormalisasi dari total yang direncanakan sepanjang 33 km.

Perbedaan pandangan mengatasi banjir telah membuat normalisasi sungai terhenti. Pemprov DKI Jakarta kini enggan menggusur permukiman warga. Padahal, normalisasi sungai mau tidak mau memerlukan lahan yang sebagian diduduki warga.

Pembebasan lahan tidak dilanjutkan. Tidak mengherankan bila sejak 2017 serapan anggaran pengendalian banjir tergolong rendah. Kemudian,  anggaran itu terus dipangkas dengan alasan serapan rendah.  

Pemprov DKI Jakarta lebih memilih program naturalisasi yang tidak jelas juntrungannya. Alasannya hanya satu, tidak perlu menggusur. Padahal, yang diperlukan sebetulnya ialah memformulasikan program kompensasi yang tepat. Tujuannya agar penggusuran permukiman tidak lagi menjadi mimpi buruk bagi warga yang terdampak. Bukan malah menyetop program pelebaran sungai.

Betul, bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya diatasi dengan normalisasi sungai. Penanganan di hulu juga harus dilakukan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Mengandalkan dua waduk baru, yakni Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi, saja tidak cukup. Ibu Kota juga masih harus membenahi jaringan drainase untuk memperpendek waktu antrean air masuk ke sungai.

Program sumur-sumur serapan yang digalakkan Pemprov DKI sejak 2017 pun sebaiknya terus dilanjutkan. Pelibatan masyarakat secara luas akan membuat program sumur serapan jauh lebih efektif mengurangi potensi banjir dan kekurangan air di musim kering. Iringi dengan edukasi yang menggugah kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

Apa yang baik lanjutkan, apa yang buruk tinggalkan. Jangan hanya karena gengsi politik, pemimpin lantas ogah meneruskan program warisan pedahulunya yang sudah baik.

Singkirkan pula ego daerah. Dalam mengatasi banjir Ibu Kota dan sekitarnya, pemerintah pusat, Pemprov DKI, serta Pemprov Jawa Barat bersama Kota Bekasi dan Bogor, harus terus menyelaraskan pandangan dan kebijakan. Demi rakyat, sudahi berlangganan bencana banjir.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.