Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Natal Momentum Perkuat Toleransi

23/12/2019 05:00

HIDUPLAH sebagai sahabat bagi semua orang menjadi tema Natal 2019. Tema itu relevan dengan ajakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir untuk menjadikan Natal dan Tahun Baru 2020 sebagai momentum mengikat kembali persatuan dan kesatuan bangsa.

Persatuan dan kesatuan bangsa memang perlu diikat kembali karena sempat kusut selama tahun politik Pemilu 2019. Natal dijadikan momentum menguatkan semangat toleransi dan asa Tahun Baru mengantarkan bangsa ini kian dewasa menyelesaikan persoalannya.

Toleransi hakikatnya ialah menjadikan sesama anak bangsa sebagai sahabat, hidup berdampingan dalam perbedaan. Bersahabat dalam perbedaan itu membutuhkan rasa aman dan nyaman yang mesti dihadirkan oleh negara.

Presiden Joko Widodo sudah memerin¬tahkan seluruh aparatur negara untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat pada liburan panjang, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru.

Perintah lainnya dari Presiden ialah terus memperkuat nilai-nilai toleransi, nilai-nilai kerukunan, dan nilai-nilai persaudaraan. Presiden memberi perintah itu dalam rapat terbatas persiapan Natal dan Tahun Baru pada 13 Desember.

Bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat, sangat kuat, terkait toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Modal sosial itu bukanlah ilusi, tapi fakta berdasarkan hasil survei Kementerian Agama. Indeks kerukunan umat beragama tinggi, mencapai skor rata-rata nasional 73,8.

Ada tiga kategori yang dianalisis dalam survei yang diumumkan pekan lalu itu, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Poin pertanyaan terkait toleransi ialah kesediaan responden memiliki tetangga yang berbeda agama.

Ada pula kesediaan untuk menerima di lingkungan tempat tinggal mereka ada rumah ibadah agama minoritas apabila sudah memenuhi persyaratan izin mendirikan rumah ibadah dari pemerintah daerah.

Indeks kerukunan yang tinggi itu terkait persepsi masyarakat. Artinya, dalam benak masyarakat sudah ada kesediaan memiliki tetangga berbeda agama, bahkan menerima tempat ibadah agama minoritas sepanjang memenuhi persyaratan.

Apa yang ada dalam benak masyarakat itulah modal sosial membangun toleransi. Namun, modal ini tidak ada artinya tanpa perilaku nyata. Butuh tindakan nyata dari negara, utamanya pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk mempraktikkan hidup sebagai sahabat bagi semua orang dalam keseharian.

Elok nian bila pemerintah daerah terus-menerus mengampanyekan narasi kerukun¬an warga dalam berpandang dan bersikap. Perilaku intoleransi harus disingkirkan. Peradaban modern justru menerima orang lain sebagai sahabat, merawat persatuan di atas perbedaan.


Pemerintah daerah beserta segenap perangkatnya sampai tingkat paling bawah perlu terus-menerus mempromosikan sikap toleransi. Mestinya sikap toleransi itu menjadi bagian dari gerakan rakyat yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Organisasi-organisasi keagamaan di akar rumput hendaknya didorong untuk dibiasakan bertemu dan melakukan kegiatan bersama guna menghilangkan stigma. Bahkan, komunitas masyarakat di tingkat rukun tetangga juga didorong memelopori praktik toleransi.

Jika toleransi sudah menjadi tradisi di tingkat akar rumput, bahkan menjadi bagian dari gaya hidup peradaban modern mereka, niscaya tidak ada lagi cerita pelarangan kelompok umat merayakan hari besar keagamaannya.

Toleransi di tingkat akar rumput secara umum sudah berjalan sangat baik. Bukankah keamanan gereja di banyak tempat justru dijaga saudara-saudara beragama lain? Pelarangan perayaan Natal, jika masih ada, itu hanyalah nila setitik yang mesti diselesaikan secara bijak agar tidak merusak susu sebelanga bernama toleransi.

 



Berita Lainnya
  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.