Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Prestasi dan Diplomasi dalam SEA Games Ke-30

30/11/2019 05:00
Prestasi dan Diplomasi dalam SEA Games Ke-30
Ilustrasi(MI/DUTA)

OLAHRAGA merupakan alat diplomasi efektif bagi suatu negara untuk menyampaikan pesan. Melalui olahraga, suatu negara dapat menunjukkan  kepada dunia seberapa tinggi tingkat pencapaian, kemajuan, dan peradabannya.

Gelaran SEA Games ke-30 yang akan berlangsung di Filipina bukanlah pengecualian dari model diplomasi olahraga semacam itu. Melalui multiajang olahraga yang dibuka hari ini dan berlangsung hingga 11 Desember mendatang, sebanyak 11 negara Asia Tenggara pun saling berdiplomasi untuk menunjukkan pencapaian masing-masing melalui berbagai cabang kompetisi.

Kita bersyukur kontingen 'Merah Putih' dapat terus mengambil bagian secara aktif dan berkesinambungan dalam multiajang dua tahunan tersebut. Kita pun bangga dengan kekuatan 841 atlet, yang 60%-nya atlet muda, kontingen 'Merah Putih' siap berlaga di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan di pesta olahraga Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara tersebut.

Kita berharap dan berdoa agar kontingen 'Merah Putih' meraih prestasi terbaik dalam multiajang tersebut. Ini penting kita tekankan, mengingat  momentum pelaksanaan multiajang tersebut bersamaan dengan awal dari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Seperti kita ketahui, dalam periode kedua pemerintahannya, Presiden Jokowi menetapkan lima prioritas pencapaian. Salah satu dari kelima prioritas tersebut ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM ini tentu mencakup peningkatan di berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya bidang olahraga.

Paralel dengan semangat peningkatan kualitas tersebut, saat melepas kontingen 'Merah Putih', Presiden pun berpesan agar prestasi kita pun meningkat pada ajang SEA Games ke-30 ini. Jika pada SEA Games sebelumnya Indonesia berada di rangking kelima, Presiden berharap pada SEA Games 2019 ini kita dapat mencapai  posisi dua besar.

Kita memahami betapa target dua besar tersebut bukanlah sasaran yang mudah dicapai. Apalagi, kita mengamati prestasi negara-negara tetangga  seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam di berbagai cabang olahraga juga sangat kompetitif.

Namun, dengan tekad dan semangat kuat para atlet dan ofisial, disertai dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, kita percaya target tersebut dapat diraih. Akan tetapi, kita juga mengingatkan agar pencapaian tersebut hendaknya tidak diraih dengan menghalalkan segala cara yang justru bertentangan dengan spirit olahraga. Artinya, menang dengan cara-cara curang jelas bukan pilihan kita.

Kemenangan dengan semangat seperti itu tidak akan menjadi pesan diplomasi yang baik. Cara itu juga tidak akan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Malah sebaliknya, kemenangan dengan cara curang atau tidak sportif hanya akan membuat citra Indonesia terpuruk.

Kemenangan semacam itu harus kita hindarkan karena merupakan diplomasi buruk bagi seluruh bangsa. Prestasi gemilang di dalam olahraga hanya dapat dicapai dengan cara-cara bermartabat, yang didasari spirit kejujuran, ketekunan, dan kerja keras dalam berkompetisi. Inilah yang kita harapkan akan diraih kontingen 'Merah Putih' pada SEA Games ke-30.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.