Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memenuhi janjinya. Baru sebulan lebih menjabat, dia langsung bergerak cepat dengan membuat sejumlah gebrakan demi terciptanya BUMN yang profesional, sehat, dan benar-benar bermanfaat buat rakyat.
Sejumlah langkah ditempuh, beragam kebijakan diterapkan Erick Thohir. Dia, misalnya, memangkas jabatan deputi di Kementerian BUMN yang tadinya diisi tujuh orang menjadi hanya tiga orang dan meniadakan posisi sekretaris kementerian. Tujuan restrukturisasi itu jelas, yakni demi efisiensi birokrasi, terlebih Presiden Jokowi telah memberikan dua wakil menteri untuk ikut mengelola Kementerian BUMN.
Gebrakan juga dilakukan Erick Thohir dengan merombak jajaran komisaris dan direksi perusahaan-perusahaan pelat merah. Dia, umpamanya, mengangkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai komisaris utama dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina. Belakangan, Komjen Condro Kirono ditunjuk sebagai komisaris BUMN yang sangat strategis itu.
Perombakan juga dilakukan di PT Bank Tabungan Negara dengan masuknya mantan komisioner KPK Chandra Hamzah sebagai komisaris utama. Perombakan-perombakan itu baru gebrakan awal yang bakal disusul dengan gebrakan-gebrakan berikutnya. Manajemen BUMN-BUMN strategis lainnya, termasuk PT PLN, akan secepatnya dirombak pula.
Seperti yang sudah-sudah, pergantian menteri biasa diikuti dengan pergantian kebijakan sekaligus pergantian personel. Namun, apa yang terjadi di lingkungan Kementerian BUMN kali ini terbilang mengejutkan. Masuknya nama-nama yang akrab dengan kontroversi ke jajaran pengelola perusahaan pelat merah, mau tak mau, suka tidak suka, memantik perdebatan.
Wajar, sangat wajar, jika setiap kebijakan menimbulkan pro dan kontra. Jamak, amat jamak, jika setiap kebijakan tak memuaskan semua orang. Pun demikian dengan sejumlah kebijakan yang sudah dan akan diambil di lingkungan BUMN. Namun, akan lebih elok bagi kita untuk tidak mengedepankan pesimisme dan sinisme dalam menyikapi kebijakan-kebijakan itu.
Kita yakin penunjukan petinggi BUMN tidak asal dilakukan, tetapi memang dengan pertimbangan yang sangat matang dan alasan-alasan kuat. Sudah terlalu lama negara membiarkan BUMN salah urus. Sudah sangat lama BUMN dibiarkan sakit karena terus menjadi perahan para pemegang kuasa sehingga tak berdaya untuk memberikan manfaat kepada rakyat.
Karena itu, meski terlambat, alangkah baiknya negara betul-betul menyadari bahwa selama ini keliru mengurus BUMN dan bertekad memperbaiki dengan menempatkan orang-orang berjiwa pendobrak. Kita percaya mereka yang diberi kepercayaan ialah orang-orang kompeten, bukan titipan atau pesanan politik seperti yang terjadi selama ini.
Bisa jadi ada di antara mereka yang masih hijau dalam dunia bisnis pelat merah. Namun, selama punya kapabilitas memimpin organisasi dan berintegritas tinggi tanpa pernah berniat mengambil keuntungan pribadi seperti yang digariskan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, mereka tetap layak menjadi sandaran pengharapan.
Orang-orang seperti itulah yang bisa menjadi tumpuan untuk memastikan BUMN berjalan di jalan yang benar, jalan menuju profesionalisme dalam berbisnis, yang juga andal dalam menjalankan tugas sosial untuk memenuhi hajat hidup anak bangsa. Kita percaya negara tidak salah memilih para petinggi BUMN. Kita percaya mereka yang dipilih memang punya kualitas dan kapabilitas.
Akan tetapi, kita juga pantang menutup telinga dari suara-suara yang meragukan mereka. Suara-suara itu tetap harus didengar, lalu dijadikan pemacu motivasi untuk unjuk bukti dengan menjadikan BUMN lebih hebat ketimbang saat ini.
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved