Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Teladan Muhammadiyah

20/11/2019 05:05

USIA bisa jadi musuh. Ini bukan saja berlaku bagi makhluk, melainkan juga segala entitas yang mengejar kedigdayaan material. Maka, hal-hal seperti organisasi, ajaran, ataupun teori juga akan diuji waktu.

Jamak tapi tidak kuat bukanlah keberhasilan sebab ajaran atau prinsip hanya semu dipegang. Sebaliknya, sedikit tapi kuat memang bisa jadi lebih baik, walaupun dengan catatan kekuatan itu tidak hanya di dalam organisasi, tetapi juga jauh ke luar.

Berkaca dari hal-hal itu, Muhammadiyah masih menang melawan ujian waktu.

Di usia Muhammadiyah yang ke-107 tahun yang diperingati kemarin, nama organisasi itu telah berkali lipat lebih besar daripada saat pembentukannya di awal 1912.

Lebih penting lagi, semangat dan nilai-nilai yang dijalankan masih seluhur seperti yang diajarkan sang kiai besar pendirinya, Kiai Haji Muhammad Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Kiai Haji Ahmad Dahlan.

Hal itu pula yang jelas tertangkap dalam milad yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, DIY. Tema Mencerdaskan kehidupan bangsa dalam milad itu sama sekali tidak klise ataupun hanya formalitas. Buktinya tidak semata dilihat dari kerja panjang Muhammadiyah dalam kontribusi pendidikan formal negeri ini, tetapi juga dari kedalaman makna ‘mencerdaskan’ itu.

Sebagaimana disampaikan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir, cerdas itu pada akal budi. Kita sepakat sepenuhnya bahwa kecerdasan keduanya tidak dapat dipisahkan.

Cerdas semata pada pikiran bukanlah cerdas sebenarnya karena ia tidak mencerdaskan orang lain. Ia justru bisa menjadi petaka karena
membodohi dan menyengsarakan yang bukan pihaknya. Sebaliknya, meremehkan kecerdasan pikiran tidak membuat nasib lebih baik. Malah, ia yang terus-menerus menjadi korban.

Peringatan Haedar itu pun aktual di masa ini. Kemalasan mengasah kecerdasan pikiran telah melahirkan umat yang lemah, gampang terprovokasi dan terpecah belah. Bukan menjadi penyejuk, sebagian umat Islam Indonesia justru terus menjadi bara api, baik bagi kerukunan antarumat beragama maupun nasionalisme. Contoh terburuknya ialah umat yang tehasut ideologi radikal dan melakukan aksi teror seperti yang kembali terjadi beberapa waktu lalu.

Kondisi pemikiran yang cupet dan sempit itu sebenarnya mengingatkan pula akan kondisi yang mendorong KH Ahmad Dahlan dahulu bergerak di Kampung Kauman, Yogyakarta. Ia begitu gelisah melihat umat Islam dengan pikiran yang jumud dan beku.

Perangnya melawan kebodohan itu tentu bukan dengan caci maki dan pemaksaan, melainkan dengan kesabaran dan cinta. Sang manusia teladan itu membuka kelas bagi anak-anak, remaja, orang dewasa, termasuk ibu-ibu. Metodenya sederhana, tetapi intinya keluhuran, yakni kembali pada apa yang diajarkan Alquran dan hadis.

Di era pascareformasi ini Muhammadiyah sebagai organisasi pun menunjukkan ketegasan dalam mendukung demokrasi ataupun penegakan hukum dan konstitusi. Dalam menanggapi kerusuhan pascapilpres, misalnya, Muhammadiyah melalui Haedar mendorong pihak-pihak yang bersengketa untuk menempuh jalur hukum. Di sisi lain, ia mengajak semua pihak dan golongan untuk menyudahi perpecahan.

Sebelum itu, ketika terjadi gejolak yang menggoyang nasionalisme di kalangan umat Islam, Muhammadiyah bersikap tegas. Muhammadiyah, pada 2015, menegaskan negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah.

Penegasan itu memiliki tiga makna. Pertama, dukungan dasar teologis untuk Pancasila. Kedua, dukungan terhadap kesepakatan luhur kepada para pendiri bangsa. Ketiga, Muhammadiyah menempatkan diri sebagai contoh. Teladan paripurna itulah yang meneguhkan kemenangan Muhammadiyah melawan ujian waktu. Selamat dan berkah untuk Muhammadiyah.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.