Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH lebih dari dua dekade Republik ini menjadikan demokrasi sebagai jalan menuju kemajuan. Sayangnya, politik yang mengedepankan prasangka dan melibatkan perasaan masih saja menyandera para elite, padahal negeri ini butuh politik persatuan di tengah banyaknya perbedaan.
Politik sarat prasangka dan penuh curiga belakangan mengemuka dan ujung-ujungnya menjadi polemik. Pun demikian dengan politik yang melibatkan perasaan atau anak muda sekarang menyebutnya baper. Sadar atau tidak, politik model itu diperlihatkan sebagian elite dalam menyikapi gerak langkah elite yang lain.
Adalah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menjadi sasaran politik prasangka. Beragam tuduhan dan aneka kecurigaan dialamatkan sejumlah pihak setelah dia menerima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, 24 Juli silam. Tuduhan dan kecurigaan itu kian menguat ketika Surya Paloh bertandang ke Kantor DPP PKS, 30 Oktober lalu.
Anies dan khususnya PKS memang beda posisi dengan NasDem, juga dengan koalisi tempat NasDem menambatkan sikap politik. Baik pada Pilpres 2014 maupun Pilpres 2019, PKS jelas-jelas berseberangan jalan dan menjadi rival koalisi pengusung Presiden Joko Widodo. Maka, ketika Surya Paloh bertemu mereka, seabrek syakwasangka sontak mengemuka.
Ada yang menganggap NasDem telah berlaku tidak etis lantaran menemui pengurus PKS. Ada yang menyebut Surya Paloh sedang mencoba unjuk kekuatan karena kecewa pembagian jatah kursi di Kabinet Indonesia Maju. Ada pula yang menuding NasDem sedang bermain dua kaki, satu di koalisi satu lagi di barisan oposisi. Bahkan, rangkulan antara Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman pun dipersoalkan.
NasDem telah menegaskan bahwa pertemuan dengan PKS semata-mata silaturahim kebangsaan. NasDem juga menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Tiada secuil pun hasrat dan kehendak bermain dua kaki.
Harus kita katakan, sulit bagi kita untuk memahami kenapa silaturahim antartokoh bangsa mesti dituding macam-macam dan rangkulan yang menyejukkan justru dipersoalkan. Bukankah menjalin persaudaraan sesama anak bangsa kendati berbeda haluan politik adalah langkah yang baik?
Negara yang sehat ialah negara yang membiarkan rakyatnya mengembangkan cinta satu sama lain. Sebaliknya, negara yang sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, dan ketidaksalingpercayaan antaranggota masyarakat.
Kita tidak ingin negara ini sakit karena prasangka dibiarkan berbiak. Karena itu, sudah seharusnya kita semua terutama para elite membuang jauh-jauh segala bentuk prasangka dan mengubur dalam-dalam segala wujud kecurigaan. Membiarkan prasangka merajalela sama saja menghalangi berkembangnya cinta sekaligus mengerdilkan benih-benih persaudaraan dan persatuan.
Sudah terlalu lama negara ini tersekat-sekat karena prasangka dan sentimental tanpa dasar. Sudah terlalu lama bangsa ini terbelah oleh dalamnya perasaan saling curiga karena diferensiasi politik. Ia merupakan virus jahat yang merapuhkan semangat persatuan dan kesatuan sehingga mesti secepatnya dienyahkan.
Sudah saatnya sifat gampang curiga dan mudah berprasangka dikesampingkan dalam berbangsa dan bernegara. Para elite wajib memeloporinya sekaligus memberikan teladan kepada rakyat bagaimana seharusnya bersikap.
Pemilu sudah selesai, pemerintahan yang baru sudah mulai bekerja. Jangan ada lagi rivalitas di antara anak bangsa karena persaingan yang sesungguhnya kini adalah menghadapi negara-negara lain.
Hanya negara yang sehat yang bisa memenangi keras dan ketatnya persaingan global. Bukan negara yang sakit karena elite-elitenya mengidap heterofobia, yakni hobi berprasangka dan gemar curiga terhadap segala sesuatu yang berbeda. Karena itu, tolak politik baper.
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved