Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Selamatkan PSSI, Tingkatkan Prestasi

29/7/2019 05:05
Selamatkan PSSI, Tingkatkan Prestasi
Editorial(MI/Seno)

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah lama diharapkan menjadi wadah yang profesional, jujur dalam mengelola organisasi, dan menghasilkan prestasi sepak bola yang membanggakan.

Faktanya, yang kita saksikan hingga hari ini ialah karut-marut. Karut-marut dalam pengelolaan internal PSSI itu sendiri, karut-marut dalam mengatur sistem kompetisi, dan karut-marut dalam menghasilkan prestasi sepak bola.

Alhasil, harapan lama dari bangsa ini untuk memiliki organisasi sepak bola profesional, membanggakan, dan menghadirkan prestasi pun masih jauh panggang dari api. Kasus dugaan peng­aturan skor sepak bola yang menyeret Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka merupakan salah satu contoh dari sekian banyak fakta empiris mengenai karut-marutnya organisasi persepakbolaan nasional.

Karena itu, harapan lama mengenai meningkatnya kualitas pengelolaan PSSI dan sistem kompetisi persepakbolaan nasional kiranya tetap relevan untuk kembali dikemukakan terkait dengan berlangsungnya Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Mercure, Ancol, akhir pekan lalu.

Apalagi, harapan akan perbaikan kualitas pengelolaan PSSI dan persepakbolaan kita agaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat ini. Sebagai contoh, KLB pun dilaporkan hanya berlangsung dalam satu jam! Karena itu, kita sepakat dengan mereka yang menilai betapa yang dilakukan PSSI dalam KLB bukanlah kongres, melainkan sekadar pengumuman secara sepihak.

Benar, bahwa dilaporkan KLB menghasilkan revisi statuta PSSI, revisi kode pemilihan PSSI, dan penetapan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Akan tetapi, sebanyak 86 pemilik suara alias voters PSSI yang semestinya dan sepatutnya memiliki kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan dikabarkan sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pembuatan­ keputusan. Mereka dilaporkan hanya dimintai persetujuan.

Dengan model pengambilan keputusan seperti itu, kita khawatir PSSI tetap masih berada dalam langgam lama. Patut diduga, keputusan dalam KLB sudah selesai sebelum KLB dimulai. Jangan-jangan pemilik suara hanya menjadi stempel dari kepentingan tersembunyi di balik layar KLB. Kalau itu benar yang terjadi, kita sangat menyesalkan hal itu.

Padahal, pemerintah sudah wanti-wanti agar PSSI segera menghadirkan pengelolaan organisasi dan iklim kompetisi sepak bola yang transparan dan memantik banyak prestasi. Selain melalui VAR dalam upaya menekan pihak yang ingin menghancurkan sepak bola nasional, penataan organisasi juga menjadi mutlak lewat karakter dan visi para pemimpinnya.

PSSI juga sudah diberi payung hukum khusus dari Presiden Jokowi berupa Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang bisa digunakan untuk membentuk cabang olahraga ini semakin berkembang.

Publik dan seluruh stakeholders persepakbolaan nasional harus mengawasi dan mencermati benar langkah PSSI pasca-KLB superkilat ini. Apalagi, PSSI bakal menggelar kongres untuk memilih ketua umum pada 2 November 2019. Jangan sampai semangat dan gaya mafioso yang mendominasi PSSI juga menjiwai kongres tersebut.

Kita mendukung dan mendorong pemerintah, jika diperlukan, untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan PSSI dan persepakbolaan nasional.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.