Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERANTASAN peredaran narkoba di Indonesia tidak ubahnya perang tiada akhir. Candu obat-obatan terlarang mencengkeram begitu kuat di berbagai lapisan masyarakat dan tingkatan sosial. Jeratnya menjangkau artis, politikus, anggota parlemen, masyarakat dari berbagai profesi, hingga pelajar.
Sejak Badan Narkotika Nasional (BNN) dibentuk pada 2002, sudah tidak terhitung jumlah pengedar yang ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan. Namun, peredaran narkoba tidak kunjung surut. Para pengedar masih leluasa menjalankan bisnis mereka, bahkan dari balik jeruji penjara.
Sampai-sampai temuan kepolisian ketika mengungkap jaringan pengedar narkoba dari hasil penangkapan komedian Nunung tidak lagi mengejutkan. Ya, lagi-lagi aparat mendapati terpidana kasus narkoba yang tengah mendekam di penjara masih bisa melayani dan mengendalikan transaksi narkoba.
Sepanjang Januari hingga Juli tahun ini saja, BNN telah menyita beragam aset hasil peredaran narkoba senilai total Rp60 miliar dari 22 tersangka. Sebagian besar tersangka sedang menjalani hukuman di sejumlah lembaga pemasyarakatan karena kasus narkoba. Mereka tidak hanya leluasa mengendalikan bisnis narkoba, tetapi juga mengurus pembelian aset dari hasil kejahatan itu.
Sebagian uang haram tersebut mengalir ke luar negeri. Meski polisi masih mengusut, bisa dipastikan uang tersebut juga untuk pencucian uang atau membayar pembelian narkoba yang didatangkan dari negara lain. Semua bisa dilakukan dari penjara dengan menggunakan perangkat telepon seluler yang diselundupkan dari luar.
Di luar harta senilai Rp60 miliar yang sudah disita, BNN menduga masih banyak harta lainnya. Lebih miris lagi, BNN menduga bahwa aliran dana hasil penjualan narkoba yang mengalir di dalam negeri, ada kemungkinan masuk ke kantong pejabat daerah.
Berlebihnya penghuni penjara kembali dijadikan alasan. Otoritas penjara mengaku jumlah tahanan yang melebihi kapasitas hingga tiga lipat membuat pengamanan longgar. Mereka kesulitan mengecek kemungkinan keberadaan barang-barang yang terlarang dimiliki tahanan.
Keamanan longgar membuat pengedar seakan tidak menjalani hukuman karena tetap bisa menjalankan bisnis haram mereka. Tiada efek jera yang ditimbulkan. Belajar dari pengalaman rekan mereka di penjara, pengedar yang masih belum tertangkap tidak merasa takut menghadapi konsekuensi hukum.
Ketika mereka akhirnya tertangkap, penjara semakin penuh dan kian meniadakan efek jera. Begitu terus lingkaran setan lemahnya peredaran narkoba berputar tidak terputus. Bila dibiarkan, sia-sia saja menangkapi pengedar dan bandar narkoba. Hukuman mati sesungguhnya bisa memotong lingkaran setan itu. Akan tetapi, belakangan semakin kuat dorongan dari berbagai kalangan agar hukuman mati dihapuskan.
Bagaimanapun, garis tegas untuk memotong lingkaran setan peredaran narkoba harus dibuat di satu titik. Bila sanksi hukuman mati tidak lagi bisa diandalkan, mau tidak mau penegakan hukum di lingkungan penjara harus digalakkan. Terlebih, terhadap petugas yang menyeleweng.
Tindakan KPK yang langsung memecat pengawal tahanan yang kedapatan menerima suap, kendati hanya Rp300 ribu, patut dicontoh. Tidak ada sanksi demosi, mutasi, apalagi hanya sanksi administrasi. Langsung pecat.
Petugas yang bersangkutan pun harus diseret ke pengadilan untuk mendapatkan sanksi pidana. Tidak ada ampun bagi bandar narkoba dan para penyokong mereka. Dengan begitu, barulah ada harapan perang melawan narkoba akan sampai pada kemenangan.
Pencucian uang hasil bisnis narkoba yang mengalir jauh sampai luar negeri, bahkan masuk kantong pejabat daerah, harus diusut tuntas.
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved