Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA bergulirnya tahapan pemilu, pihak kepolisian telah menetapkan sejumlah tokoh sebagai tersangka tindak pidana makar. Terbaru, mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob menyusul Eggi Sudjana, Lieus Sungkharisma, dan Kivlan Zein yang sudah terlebih dahulu masuk daftar tersangka.
Di kasus lain, eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko menjadi tersangka kepemilikan senjata api ilegal. Kasus tersebut dihubungkan dengan peristiwa kerusuhan 21-22 Mei lalu yang menelan delapan korban jiwa. Polisi juga menetapkan ratusan warga sebagai tersangka pelaku kerusuhan yang awalnya merupakan aksi damai menggugat hasil pemilu presiden tersebut.
Para tokoh yang menjadi tersangka kebetulan merupakan pendukung kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tak ayal, muncul tudingan dari kubu 02 bahwa aparat telah menjadi alat penguasa memolitisasi perkara demi mengebiri lawan politik. Perkara hukum yang menjerat para tokoh itu mereka sebut diada-adakan.
Lagi-lagi publik yang dibuat bingung, mana yang harus mereka percayai. Keliaran informasi yang menimbulkan keresahan di masyarakat seperti ini tidak boleh dibiarkan. Keterbukaan proses hukum mau tidak mau mesti dikedepankan agar tidak semakin memperkeruh suasana. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menjanjikan hari ini akan membeberkan detail kasus-kasus makar dan kerusuhan yang menyeret sejumlah tokoh.
Pihak kepolisian juga diminta menjalankan proses hukum secara adil, jujur, dan transparan, khususnya terkait dengan kasus kerusuhan pada aksi massa 21-22 Mei di Jakarta. Suatu awal yang baik. Akan tetapi, itu saja tidak cukup. Langkah Wiranto baru mengarah pada membuat kasus-kasus yang disangkakan kepada para tokoh dan warga lainnya terang benderang.
Publik mungkin masih menuntut kejelasan apa peran para tersangka dalam kasus mereka. Dalam kasus kerusuhan, contohnya, tentu ada yang berperan sebagai dalang ataupun sekadar pelaku yang menjadi alat. Kalaupun ada yang berperan sebagai pemasok senjata, lalu siapa yang memerintahkan? Apa motifnya? Dan seterusnya. Semua mesti diungkap.
Di lain pihak, tidak sedikit tudingan ada aparat kepolisian yang bertindak di luar batas prosedur dalam penanganan kerusuhan. Itu tidak bisa begitu saja diabaikan. Tanpa pengusutan di sisi internal Polri, unsur keadilan belum terpenuhi.
Publik juga berharap penegak hukum mengusut seluruh kasus makar hingga kasus kerusuhan sampai tuntas. Kita kembali teringat pada sejumlah tokoh yang ditetapkan sebagai tersangka makar menjelang akhir 2016. Penuntasan kasus mereka hingga kini tidak jelas. Perilaku menggantung kasus semacam itu menimbulkan ketidakpastian hukum. Ketika ada ketidakpastian, kepercayaan publik luntur. Tudingan politisasi perkara pun semakin kuat.
Oleh karena itu, penuntasan kasus merupakan keniscayaan. Tuntas berarti berakhir di pengadilan atau segera menyetop penyidikan jika tidak cukup bukti untuk diadili majelis hakim. Saat kepastian hukum tegak berdiri, keadilan akan hadir dan saat itu terberangus pula corong-corong hoaks yang mencoba melunturkan kepercayaan publik terhadap aparat.
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved