Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Terima Kasih TNI-Polri

29/5/2019 05:00

EKSISTENSI Republik ini benar-benar diuji. Bukan karena adanya ancaman dari mancanegara, melainkan lantaran gejolak di dalam negeri. Persatuan dan kesatuan bangsa pun sedang dipertaruhkan. Pada situasi itulah TNI dan Polri hadir.

Sejak era reformasi, negeri ini sedang mengalami fase paling memprihatinkan, bahkan sangat mengkhawatirkan. Masih adanya pihak yang kekanak-kanakan dalam berdemokrasi membuat sesama anak bangsa kian dalam terjerembap di jurang keterbelahan. Pemilu Serentak 2019 yang sejatinya hanya kompetisi kini menyisakan pertikaian tiada henti.

Demokrasi telah kita sepakati sebagai sistem terbaik dalam berbangsa dan bernegara. Sayangnya, masih ada di antara mereka yang mengklaim sebagai demokrat malah merusak demokrasi. Komitmen siap kalah yang diteken sebelum kompetisi dengan entengnya diingkari. Itulah yang membuat situasi terus memanas karena rivalitas yang belum juga tuntas.

Peristiwa 21 dan 22 Mei lalu menunjukkan betapa rivalitas itu telah menjadi ancaman superserius terhadap persatuan dan kesatuan. Mereka yang ogah mengaku kalah turun ke jalan, padahal negara sudah menyediakan perangkat untuk menggugat kekalahan secara konstitusional.

Celakanya, unjuk rasa kemudian berubah kerusuhan. Aksi-aksi anarkistis dipertontonkan, perilaku primitif dengan membakar kendaraan ataupun menyerang petugas pun dipamerkan. Jelas sekali, seperti yang diingatkan aparat sebelumnya, demonstrasi tak lagi murni. Demonstrasi terang dan gamblang disusupi agenda tersembunyi, agenda untuk membuat chaos negeri ini demi menggoyang pemerintahan Jokowi.

Kita mengutuk keras aksi tersebut. Namun, kita juga patut bersyukur memiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebagai Bhayangkari negara, TNI-Polri kompak bersinergi untuk melindungi, mengayomi, dan memastikan rasa aman bagi masyarakat.

Karena kesigapan dan ketegasan TNI-Polri dalam mengendalikan situasi dan menindak para perusuh, kerusuhan 21 dan 22 Mei tak menyebar ke mana-mana. Amuk massa 1998 yang menumbangkan Orde Baru dan hendak diulang oleh tangan-tangan jahat bisa dicegah.

Karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri. Juga tepat jika masyarakat membanjiri mereka ucapan terima kasih, baik melalui media sosial maupun langsung dengan uluran tangan.

Pascakerusuhan 21 dan 22 Mei, berbagai elemen masyarakat silih berganti mendatangi aparat TNI-Polri yang tak kenal lelah berjaga di sejumlah titik, seperti Kantor Bawaslu, KPU, dan Mahkamah Konstitusi. Kemarin, misalnya, mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Generasi Satu Indonesia memberikan bunga kepada para polisi yang bertugas di depan Gedung Bawaslu.

Sebelumnya, komunitas pengemudi ojek online mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi atas kegigihan TNI-Polri dalam mengamankan situasi.

Salah satu tugas TNI sesuai dengan undang-undang ialah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Tugas pokok Polri antara lain memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Tugas-tugas itulah yang secara maksimal mereka tunaikan di peristiwa 21 dan 22 Mei.

Situasi kini memang kian terkendali, tetapi tugas TNI dan Polri belum selesai, bahkan tidak akan pernah selesai selama Republik ini berdiri. Potensi kerusuhan masih sangat mungkin terjadi karena proses pemilu belum sepenuhnya usai. Apalagi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda mereka yang kalah di pilpres bisa berbesar hati.

Namun, kita percaya TNI dan Polri dengan segala kewenangan yang diberikan oleh negara akan terus melindungi masyarakat dengan sepenuh hati. Kita, mayoritas rakyat yang mencintai negeri ini, pun mendukung penuh mereka.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.