Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Terjebak Delusi Kemenangan

16/5/2019 05:00

PERNYATAAN calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang akan menolak hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum tidak mengherankan. Dalih yang dipakai ialah Pemilu 2019 curang. Rangkaian perilaku capres 02 itu sejak hari pencoblosan sudah mengindikasikan penolakan.

Kendati hasil hitung cepat menunjukkan kemenangannya, capres nomor urut 01 Joko Widodo meminta masyarakat bersabar menunggu ketetapan KPU. Sebaliknya, Prabowo mendeklarasikan kemenangan dengan klaim perolehan suara 62%.

Kubu Prabowo menuding hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei sarat manipulasi. Meski demikian, tidak ada satu pun bukti yang disodorkan.

Seiring dengan perkembangan penghitungan dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di laman daring KPU RI, masyarakat menemukan sejumlah kesalahan entri data. Tiap kesalahan membuat suara salah satu paslon menggelembung atau mengerut. KPU merespons dengan memperbaiki data yang tercantum.

Akan tetapi, melihat hasil Situng yang bergerak terus menunjukkan kemenangan paslon 01, kubu paslon 02 tidak puas. Mereka menuding kesalahan entri data disengaja sehingga merupakan kecurangan. Situng KPU bersama hitung cepat pun diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketertinggalan perolehan suara paslon 02 semakin nyata dari progres rekapitulasi penghitungan suara di KPU RI. Per 13 Mei, rekapitulasi di 13 provinsi menunjukkan keunggulan paslon 01. Esok harinya, kubu paslon 02 menggelar pertemuan terbuka untuk memaparkan klaim bukti-bukti kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif.

Prabowo menyatakan menolak hasil penghitungan suara oleh KPU. Di situ pula cawapresnya, Sandiaga Uno, menyebut telah terjadi tsunami politik uang pada Pemilu 2019. "Kami harus akui mencari bukti praktik politik uang ini bukanlah hal yang mudah, tapi marilah kita jujur mengakui bahwa praktik-praktik kotor ini memang terjadi," ujar Sandiaga. Dengan kata lain, tidak ada bukti yang mendukung tudingannya.

Memang, tidak satu pun orang yang bisa mengatakan apalagi menjamin bahwa pemilu berjalan tanpa kecurangan. Untuk itu, tersedia ketentuan hukum yang memberikan jalan untuk menindak praktik kecurangan pemilu. Yang diperlukan ialah menyampaikan bukti ke hadapan majelis hakim di persidangan Mahkamah Konstitusi.

Tuduhan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif bukan main-main. Terstruktur dan sistematis berarti kecurangan dilakukan penyelenggara pemilu dan pejabat pemerintahan secara terencana serta terkoordinasi. Masif artinya dilakukan secara luas hingga dampaknya melampaui selisih suara kemenangan. Bila itu terbukti, paslon tertuduh bisa didiskualifikasi.

Meminjam pengakuan Sandiaga, tidak mudah mencari bukti. Meski begitu, bukti itu harus bisa ditunjukkan. Bila tidak, tuduhan sekadar dugaan yang bahkan bisa dikategorikan sebagai fitnah.

Sejauh ini, bukan hanya menolak penghitungan suara oleh lembaga yang berwenang, Prabowo-Sandiaga juga tidak berniat menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Jelas sebuah perilaku yang sangat jauh dari negarawan karena salah satu ciri negarawan ialah taat asas.

Kubu Prabowo berdalih tidak lagi percaya kepada penegak hukum. Namun, keengganan menempuh langkah konstitusional juga bisa diartikan bahwa bukti yang didapat tidak memadai untuk mendukung tuduhan kecurangan. Mereka seperti terjebak dalam pekatnya kabut delusi sehingga menolak kemungkinan bahwa rakyat yang memilih Jokowi-Ma'ruf Amin lebih banyak ketimbang yang memilih Prabowo-Sandiaga Uno.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.