Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Media Asing Tempat Curhat

08/5/2019 05:00

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkeluh kesah kepada wartawan asing soal dugaan kecurangan pemilu. Namun, pada saat bersamaan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menerima pujian pemimpin dunia karena pemilu berjalan lancar.

Prabowo bertemu sejumlah wartawan media asing di kediamannya, Senin (6/5). Dalam pertemuan itu Prabowo mengungkapkan ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif selama penyelenggaraan Pilpres 2019.

Sebaliknya, hingga kini, lebih dari 30 pemimpin dunia memberikan ucapan selamat kepada Jokowi, calon presiden petahana. Teranyar, pada Minggu (5/5), Jokowi menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris Theresa May dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Jokowi menjelaskan kepada pemimpin dunia perihal pemilu yang berjalan damai, adil, dan transparan.

Harus jujur diakui bahwa ada perbedaan mendasar antara Prabowo dan Jokowi saat memberikan informasi kepada dunia. Prabowo memberikan narasi kecurangan pemilu, sedangkan Jokowi menyampaikan keberhasilan Indonesia menyelenggarakan pemilu.

Akan tetapi, narasi kecurangan pemilu sudah diungkapkan kubu 02 jauh-jauh hari sebelum pesta demokrasi itu digelar. Ironisnya, dugaan kecurangan lebih banyak disuarakan di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru melaporkan dugaan kecurangan itu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pekan lalu dan pekan ini mulai disidangkan.

Tudingan kecurangan tanpa disertai bukti valid, langsung atau tidak langsung, berpotensi mendelegitimasi pelaksanaan pemilu. Ada kesan yang ingin didapat bahwa kubu 02 hanya bisa dikalahkan kecurangan. Padahal, berdasarkan hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei tepercaya maupun hitungan nyata dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), kubu 01 masih unggul atas kubu 02.

Tegas dikatakan bahwa pemilu sebagai mekanisme demokrasi harus mampu menyelesaikan perbedaan dengan cara-cara beradab. Karena itu, mereka yang terlibat dalam kontestasi pemilu hendaknya menggunakan cara-cara beradab pula jika tidak menerima hasilnya, bukan dengan cara-cara inkonstitusional seperti menggerakkan kekuatan rakyat.

Kepolisian dan TNI patut diberi apresiasi karena sejak awal sudah mengantisipasi dan mengingatkan konsekuensi hukum jika melakukan people power. Bahkan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), kemarin, sudah menangkap indikasi adanya provokasi dan penciptaan opini oleh pihak-pihak yang tidak menerima hasil penghitungan perolehan suara.

Peringatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian patut dipetimbangkan bagi mereka yang ingin menggerakkan massa. Kapolri mengingatkan pihak yang menggerakkan massa atau people power untuk menggulingkan pemerintah bisa terancam pidana. Karena itu, berlapang dadalah menghargai pesta demokrasi yang telah terselenggara dengan baik.

Aparat penegak hukum tidak boleh tunduk kepada provokasi ataupun ancaman pengerahan kekuatan rakyat. Mekanisme hukum terbuka luas menyelesaikan sengketa. Jika tidak puas atas hasil pemilu yang diumumkan KPU pada 22 Mei, silakan beperkara di Mahkamah Konstitusi.

Di sinilah kematangan demokrasi bangsa ini diuji. Demokrasi itu menyelesaikan perbedaan dengan cara beradab, bukan memakai cara-cara premanisme yang berujung anarki.

Ujian terhadap kubu 02 kini datang dari Partai Demokrat yang turut mendukung Prabowo. Kader Demokrat mulai membuka tabir kesesatan klaim kemenangan Prabowo-Sandi sebesar 62% yang tidak pernah disertai data. Demokrat menyebutkan bahwa peran 'setan gundul' lebih dominan di koalisi dalam kesesatan klaim kemenangan tersebut.

Kubu 02 hendaknya mampu mengelola persoalan internal koalisi. Akan tetapi, tudingan Partai Demokrat bahwa klaim kemenangan 62% tanpa basis data akurat perlu diklarifikasi secara terbuka di ruang publik.

Publik berharap semua kontestan pemilu untuk move on, jangan berlama-lama larut dalam pesimisme. Tak perlu lagi mencurahkan isi hati alias curhat ke media asing pada saat pemimpin dunia mengakui pemilu berjalan transparan. Indonesia membutuhkan pemimpin yang entah menang atau kalah kontestasi tetap melantunkan optimisme.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.