Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Merindukan Ulama Penyejuk Umat

06/5/2019 05:05

PERAN ulama sejatinya tidak hanya menjaga agama dan umat, tetapi juga mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Tanggung jawab ulama dituntut jauh lebih besar lagi di saat Ramadan datang setelah pemilu.

Setelah pemilu suasana politik masih saja memanas karena saling klaim kemenangan tanpa sabar menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei. Suasana kian memanas karena para elite politik tidak mampu menjaga lisan yang terkesan berpotensi menyulut bara konflik horizontal.

Pemikiran para ulama sangat dibutuhkan dalam kondisi bangsa saat ini. Pemikiran itu hendaknya menjadi pelita yang menuntun langkah membangun Indonesia sebagai bangsa yang jauh lebih bermartabat dan berbudaya.

Dalam perspektif itulah publik mengapresiasi Rapat Pleno Komisi Fatwa MUI yang menyerukan untuk menghormati lembaga negara yang diberikan tugas dan kewenangan oleh konstitusi, memercayakan kepada lembaga yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk menjalankan tugas secara baik terkait dengan proses pemilu hingga tuntas.

Seruan Komisi Fatwa MUI sangat relevan dan ampuh untuk menangkis tudingan sepihak bahwa telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019. Apalagi jika tudingan itu disertai tuntutan untuk mendiskualifikasi pasangan tertentu.

Terus terang, beruntung Indonesia memiliki ulama-ulama yang konsisten dan konsekuen terhadap kebangsaan. Mereka merupakan guru bangsa yang tanpa lelah mendampingi masyarakat dengan keilmuan. Selalu memberikan nasihat bijak untuk merawat persatuan dalam perbedaan.

Nasihat bijak itu dihasilkan dari multaqo (pertemuan) alim ulama, habaib, dan cendekiawan muslim seluruh Indonesia di Jakarta, pekan lalu. Para ulama menyerukan pentingnya keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai kesatuan. Hendaknya itu tidak boleh rusak karena perbedaan pilihan politik dalam pesta demokrasi. Umat harus menjunjung sikap demokratis dan keadaban agar keutuhan bangsa dan negara semakin kuat.

Perbedaan pilihan politik ialah keniscayaan sehingga bukan alasan untuk saling memusuhi. Mestinya perbedaan pilihan politik hanya ada sebelum masuk bilik suara. Begitu keluar dari bilik suara, semua kembali bersatu dan bersaudara.

Ajakan kembali bersatu hendaknya terus dikumandangkan selama Ramadan. Karena itulah, sangat tepat ajakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir agar jangan menggunakan masjid tempat kemudaratan dalam arti menyebarkan kebencian, permusuhan, hilangnya rasa damai, dan menimbulkan masalah dalam kehidupan.

Peran ulama dan tokoh agama lainnya tercatat dengan tinta emas dalam lintas sejarah bangsa ini. Mereka berperan penting, sangat penting dalam merebut kemerdekaan, merumuskan format negara, mengisi kemerdekaan, dan menjaga keutuhan bangsa hingga kini.

Bangsa ini sangat merindukan kehadiran ulama yang menyejukkan, yang menyatukan, bukan membelah masyarakat berdasarkan pilihan politik dalam pemilu. Ulama yang membawa gerakan politik profetik-etik, bukan politik profan, menerobos moral dan etika.

Elok nian bila ulama menjadi anutan masyarakat yang dapat menjadi modal dalam mengikat tenunan persaudaraan baik persaudaraan beragama maupun persaudaraan berbangsa.

Apalagi selama Ramadan, ulama hendaknya bersama-sama masyarakat memerangi ujaran kebencian, menjauhi fitnah, dan hoaks. Masyarakat dituntun untuk tekun dan konsisten berada di jalan adab kesantunan.

Sudah saatnya ulama membimbing, mengasuh, dan mengayomi umat untuk bersama-sama menyayangi Indonesia. Ketidakpuasan terhadap pemilu harus disampaikan dengan cara yang damai, bijak, dan melalui jalur hukum sesuai konstitusi.

Peran ulama sangat strategis setelah pemilu, apalagi di masa Ramadan, untuk merajut kembali tenun kemajemukan yang terkoyak untuk kepentingan politik. Masyarakat merindukan kehadiran ulama yang lisannya menyejukkan dan perbuatannya patut diteladani.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.