Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Spirit Ramadan Sejukkan Pemilu

04/5/2019 05:00

PROSES rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 masih terus berjalan. Durasi proses berbeda-beda antardaerah.

Beberapa kabupaten/kota sudah menuntaskan, tetapi di banyak daerah, rekapitulasi masih berkutat di tingkat kecamatan. Jumlah TPS, banyaknya pemilih, kejelian saksi, hingga kondisi kesehatan petugas sangat menentukan kecepatan penuntasan rekapitulasi.

Sungguh kita perlu angkat topi untuk semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu kali ini. Warga negara yang memiliki hak pilih berbondong-bondong ke TPS karena begitu antusias memberikan suara mereka.

Petugas pemilu, para saksi, dan relawan sekuat tenaga memastikan pemungutan suara pada pemilu serentak perdana tersebut berjalan lancar dan jujur. Setelah hari pencoblosan, mereka masih bekerja maraton untuk menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara.

Dedikasi mereka begitu tingginya hingga sebagian sampai mengorbankan nyawa. Lebih dari 400 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia akibat kecelakaan ataupun sakit yang dipicu kelelahan. Pun tidak kurang dari 3.500 petugas jatuh sakit.

Karena kerja mereka, proses pemilu hingga sejauh ini berlangsung damai dan relatif lancar. Sayangnya, suasana yang kondusif dikotori upaya-upaya memprovokasi massa agar menentang proses yang tengah berjalan. Narasi-narasi yang menuding telah terjadi kecurangan masif dalam pemilu tiada hentinya diembuskan.  

Kecurangan memang bisa saja terjadi. Namun, setiap tuduhan kecurangan harus dibuktikan di hadapan hukum. Fakta menunjukkan ditemukan kasus-kasus salah input data dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Akan tetapi, kesalahan itu tidak lantas bisa dipastikan sebagai kecurangan.

Kumpulkan bukti-bukti yang diperlukan, lalu ajukan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) yang berwenang menangani sengketa pemilu. Begitu semestinya langkah warga negara yang beradab. Begitu pula yang seharusnya dilakukan masyarakat yang berakal sehat dan taat hukum ketika merespons dugaan kecurangan.

Provokasi yang dapat berujung pada kerusuhan massa jelas tidak kita inginkan. Para tokoh, baik di pemerintahan, politik, maupun agama, diharapkan menjadi yang terdepan mengingatkan, memberi kesejukan, dan mengajak untuk merekatkan persaudaraan pascapemilu. Bukan malah tampil sebagai provokator yang memperlebar perpecahan.

Berkali-kali penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), meminta semua pihak menahan diri. Semuanya diimbau menunggu ketetapan KPU tentang hasil pemilu pada 22 Mei mendatang. Bagi umat Islam, ajakan menahan diri selaras dengan spirit bulan suci Ramadan yang sudah di depan mata.

Nilai-nilai ketaatan beribadah puasa bermuara pada kesabaran. Bersabar menantikan keputusan hasil pemilu, salah satu bentuknya. Kemudian, menahan diri agar tidak ikut menyebarluaskan provokasi yang memancing tindakan inkonstitusional, contoh lainnya.

Semua perlu menyadari pihak-pihak yang dianggap lawan hanya karena berbeda pilihan dalam pemilu ialah juga saudara sebangsa. Kita semua bersaudara sehingga ketika presiden sudah terpilih sesuai koridor demokrasi dan konstitusi, ia merupakan presiden bagi seluruh bangsa Indonesia.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.