Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Rakyat Matang Berdemokrasi

02/5/2019 05:05

PEMILU sejatinya menjadi ujian kedewasaan berdemokrasi suatu bangsa. Bangsa yang bermartabat tentu saja bijak menunggu hasil akhir penghitungan suara, bukan doyan mengklaim kemenangan.

Hasil akhir Pemilu 2019 akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei. Hasil akhir itu ditentukan berdasarkan penghitungan rekapitulasi suara secara manual yang dilakukan berjenjang mulai tingkat kecamatan hingga nasional.

Harus jujur diakui bahwa mayoritas masyarakat sudah dewasa berdemokrasi. Pada umumnya pemilih menerima dengan lapang hati jika pilihannya kalah. Begitu pun sebaliknya. Kemenangan dan kekalahan disikapi sebagai sebuah keniscayaan kontestasi.

Keniscayaan kontestasi juga disadari, sangat disadari, pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka pada mulanya siap menang dan siap kalah saat memasuki kontestasi. Namun, setelah pemilu, malah ada yang tidak siap kalah.

Elok nian bila para kontestan memberikan keteladanan bersikap dan bertutur yang memancarkan perilaku kenegarawanan di ruang publik. Salah satunya ialah mengajak para pendukung untuk bersabar menunggu penetapan hasil pemilu.

Membiarkan pendukung untuk memasang baliho kemenangan ialah salah satu bentuk sikap tidak terpuji. Sikap tidak terpuji lainnya ialah menuding kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif tanpa didukung data akurat.

Sama tidak terpujinya kala kontestan sepertinya tidak pernah lelah apalagi malu berkali-kali mengklaim kemenangan hanya berdasarkan penghitungan internal. Menyatakan kemenangan sepihak di ruang publik tentu saja tidak memberikan pendidikan politik.

Terus terang, rakyat sangat merindukan para elite tetap bersikap sebagai negarawan dalam menghadapi proses setelah pemilu berlangsung. Tindakan saling klaim dan provokatif yang menjurus inkonstitusional sebaiknya tidak terulang dan berulang-ulang dilakukan karena memecah belah bangsa serta merusak demokrasi.

Bangsa ini sudah saatnya bersama-sama tegas menolak segala upaya yang terus mendiskreditkan kewenangan dan peran institusi negara, dalam hal ini ialah KPU.

Hingga kemarin, data real count KPU telah mencapai hampir 60% dan Jokowi-Amin masih unggul atas Prabowo-Sandi. Betul bahwa kesalahan input data beberapa kali terjadi dan menimpa kedua pasangan. Namun, KPU terus menunjukkan komitmen untuk memegang amanah rakyat dengan melakukan perbaikan segera terhadap setiap kesalahan yang ada.

Sebagai warga negara yang bermartabat, sepantasnya kita membiarkan KPU melaksanakan tugas. Protes haruslah disampaikan lewat saluran-saluran yang telah disediakan, bukan membawanya menjadi politik jalanan.

Kedewasaan bernegara dan berpolitik itu sebenarnya juga sudah diperlihatkan masyarakat sendiri. Hingga hari ini, meski sebagian masyarakat ada yang terjerat politik provokasi, lebih banyak yang menunjukkan martabat terpuji.

Kedewasaan masyarakat dalam berpolitik itu juga sesungguhnya sudah ditunjukkan dari kenaikan partisipasi pemilih. Tahun ini jumlah pemilih mencapai 81,78% atau naik cukup signifikan jika dibandingkan dengan di Pemilu 2014. Saat itu tingkat partisipasi di pileg 75% dan pilpres 69,5%.

Kemudian sesudah pemungutan suara dilakukan, masyarakat pun menyatakan kepercayaan terhadap pelaksanaan pemilu. Berdasarkan survei pula, masyarakat yang menyatakan percaya mencapai 82,4%, dan hanya 12,9% yang tidak percaya.

Yang lebih membanggakan ialah hasil survei mengenai pandangan masyarakat terhadap hasil pemilu. Sebanyak 92,5% masyarakat menyatakan menerima siapa pun pemenang pilpres.

Angka-angka itu ialah cerminan paling nyata dari kedewasaan berpolitik masyarakat ketimbang hasutan dan klaim, yang jelas-jelas sampai kini tidak bisa dibuktikan. Sudah saatnya kita sebagai rakyat bangkit dan tegas menolak segala pembodohan pikir dan hasutan perpecahan. Rakyat sudah matang berdemokrasi.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.