Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara

01/5/2019 05:05

KISAH tentang Jakarta yang kelebihan beban bukanlah cerita baru. Sejak puluhan tahun yang lalu, para ahli sudah memprediksikan hal itu. Bahkan solusi untuk mengatasi beban berlebih tersebut dengan memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah lain juga bukan wacana baru.

Selama ini rencana pemindahan ibu kota tersebut sepertinya hanya ramai dalam tataran wacana dan di ruang seminar, tapi sunyi senyap dalam konsep, apalagi implementasi. Sesekali wacana pemindahan ibu kota mencuat, tetapi kemudian tenggelam lagi, mentah lagi. Sementara, Jakarta kian terhuyung menahan beban yang semakin menggunung.

Sudah terlalu sesak napas Jakarta menanggung beban sebagai ibu kota negara, pusat birokrasi, pusat perputaran ekonomi, pusat perdagangan, dan pusat-pusat yang lain. Jakarta yang notabene ialah kota tua, tak lagi punya langkah gesit untuk mengejar infrastruktur demi mengimbangi populasi yang berkembang amat cepat.

Belum lagi dari sisi ekologis Jakarta juga punya masalah yang tidak ringan. Lingkungan hidup di Jakarta kian hari kian kehilangan daya dukung akibat konsep dan arah pembangunan yang oleh sejumlah analis lingkungan dan tata kota disebut tak jelas. Potensi kebencanaan Jakarta pun cukup tinggi mengingat posisinya di Pulau Jawa yang berada di sesar atau patahan tubuh bumi yang mengalami pergerakan.

Dari sisi itu, jelas, memindahkan ibu kota negara akan menjadi solusi yang baik karena hal itu setidaknya bakal melepas sebagian beban di pundak Jakarta. Langkah tersebut juga sangat baik dalam konteks yang lebih luas, yakni memeratakan pembangunan dan perekonomian agar tak terlalu terpusat di Jakarta seperti sekarang ini.

Itulah mengapa kita hendaknya terus mendukung setiap rencana pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Termasuk rencana yang diputuskan dalam rapat kabinet terbatas, Senin (29/4), yang jika boleh disimpulkan, sudah semakin konkret dan mengerucut.

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo menegaskan rencana pemindahan ibu kota harus terwujud demi kepentingan lebih besar untuk bangsa, negara, dan kepentingan jangka panjang sebagai negara besar dalam menyongsong kompetisi global.

Memang tak bisa instan, Bappenas pun telah menyampaikan implementasi pemindahan ibu kota butuh waktu 5-10 tahun. Perencanaan tersebut juga harus dibarengi dengan strategi pembangunan di luar Jawa yang matang. Patut digarisbawahi juga soal penyiapan aspek hukum serta pendanaannya. Artinya, isu pemindahan ibu kota negara tak boleh hanya diartikan secara teknis dalam hal pembangunan secara fisik semata, tapi juga mesti memperhatikan aspek-aspek yang lain.

Akan tetapi, setidaknya kali ini publik bisa memegang komitmen pemerintah untuk secara teguh betul-betul mempersiapkan segala hal sehingga ide pemindahan ibu kota itu tak lagi cuma hangat-hangat tahi ayam. Tidak ada yang tak mungkin, selama semua pihak serius mengupayakannya.

Kita percaya ini bisa diwujudkan karena sejumlah negara lain pun sudah berhasil melakukannya. Kita semakin percaya karena sejatinya konsep memindahkan 'pusat kekuasaan' ke luar Pulau Jawa itu segendang sepenarian dengan konsep besar pemerintahan Jokowi, yakni mewujudkan Indonesia-sentris.

Namun, sekali lagi, komitmen itu harus dimulai dengan perencanaan matang sebagai kunci pertama. Kunci berikutnya ialah keteguhan untuk mengeksekusi rencana-rencana tersebut dalam implementasi penganggaran dan pembangunan yang akuntabel.

Setelah keputusan rapat kabinet terbatas itu mestinya segera dibuat peta jalan untuk rencana pemindahan ibu kota negara itu dalam 5 atau 10 tahun mendatang. Tentukan target yang tegas, pastikan ada tenggat yang benar-benar dijaga kepatuhannya. Dengan demikian kita bisa berharap isu tersebut tak lagi seperti daun di aliran sungai yang selalu timbul tenggelam.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.