Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Dokumen Mahkota Rujukan Pemilu

29/4/2019 05:00

MESKI sudah empat kali mendeklarasikan kemenangan dalam Pemilu 2019, kubu calon presiden-calon wakil presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masih lantang menuding pemilu penuh kecurangan. Mereka mengusulkan pembentukan tim pencari fakta.

Tudingan kecurangan disertai usul pembentukan tim pencari fakta tidak lazim dilakukan pihak yang mengklaim memenangi kontestasi. Pihak yang kalah bisanya menuding pemilu diwarnai kecurangan sehingga diusulkan pembentukan tim pencari fakta.

Kemenangan kubu 02 yang disebut antara lain berdasarkan data C1 itu sesungguhnya klaim sepihak sebab berdasarkan hitung cepat banyak lembaga survei tepercaya, keunggulan ada di kubu pasangan 01, Joko Widodo Ma’ruf Amin.

Sejauh ini, hitung cepat lembaga survei selaras dengan data yang masuk di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU yang kemarin sudah mencapai 47%. Situng yang juga kerap disebut sebagai real count KPU itu mencatat Jokowi-Amin (56,35%) masih unggul atas Prabowo-Sandiaga (43,65%).

Sekalipun menuding pemilu penuh kecurangan, diakui atau tidak, kubu 02 sesungguhnya masih menyisakan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu. Para sekjen partai pendukung 02, pekan lalu, mendatangi KPU sekaligus memantau pelaksanaan Situng. Tidak hanya itu, kubu 02 juga meminta salinan C1 plano kepada Bawaslu.

Acungan jempol patut diberikan kepada KPU dan Bawaslu yang mengedepankan transparansi. Sistem dan cara kerja penyelenggara pemilu yang cermat, taat aturan, dan terbuka sangat dibutuhkan untuk menjaga kredibilitas hasil pemilu.

Transparansi diperlihatkan KPU dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara menggunakan cara manual dan juga melalui Situng. Semua kesalahan input data di Situng yang berbasis C1 plano langsung mereka koreksi.

Hasil pemilu ditentukan sepenuhnya oleh rekapitulasi suara cara manual dan berjenjang mulai dari kecamatan. Karena itu, tudingan kecurangan terkait dengan Situng sesungguhnya seperti orang yang berebut pepesan kosong.

Berdasarkan jadwal KPU, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan  suara tingkat kecamatan dilakukan pada 18 April-4 Mei, lalu berlanjut ke kabupaten/kota pada 20 April-7 Mei. Di tingkat provinsi, rekapitulasi berlangsung 22 April-12 Mei, sedangkan di tingkat nasional dan luar negeri dilakukan pada 25 April-22 Mei. Ketimbang meributkan data yang diunggah di Situng, jauh lebih cerdas untuk mengawal rekapitulasi manual.

Bawaslu juga tidak pernah menyembunyikan data C1 plano. Buktinya, Bawaslu telah menyerahkan salinan C1 plano kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sekalipun mereka tidak punya kewajiban untuk menyerahkan data tersebut. Itu artinya data internal kubu 02 belum disandingkan dengan data akurat dan terverifikasi dari Bawaslu.

C1 plano disebut juga sebagai dokumen mahkota pemilu. Di situlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menera satu demi satu perolehan suara kandidat dengan cara tally, yaitu membuat garis tegak satu demi satu, yang pada setiap hitungan kelima diberi garis mendatar. Proses penghitungan suara dan pengisian C1 plano ini berlangsung terbuka, disaksikan semua yang hadir di TPS termasuk saksi kontestan pemilu.

Kontestan pemilu tidak perlu berkoar-koar sampai urat leher putus soal dugaan kecurangan. Jika ada data kecurangan C1 seperti yang beredar di media sosial, tinggal dicocokkan dengan dokumen mahkota yang sudah dibubuhi tanda tangan KPPS dan para saksi. C1 plano yang dilengkapi hologram itu merupakan dokumen penghitungan suara paling autentik. Dokumen kepemiluan lainnya, seperti C1, disalin dari C1 plano.

Para sekjen partai pendukung 02 sudah melihat langsung proses kerja Situng KPU dan sudah menerima salinan C1 plano dari Bawaslu. Data dari Bawaslu tinggal disesuaikan dengan laporan dari saksi di setiap TPS.  Kalau ada perbedaan data, tinggal disesuaikan dengan dokumen mahkota. Jika masih belum menerima hasil pemilu, bisa menguji data di Mahkamah Konstitusi yang menghasilkan putusan final dan mengikat.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.