Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kawal Ketat Rekapitulasi

26/4/2019 05:00

KEHADIRAN teknologi dalam sebuah proses pemilihan umum tentu bertujuan mempermudah penyelenggaraan, mempercepat proses, dan bahkan pada tahap tertentu bisa menjadi alat kontrol terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan ataupun penyimpangan.

Dengan maksud itu pulalah, Komisi Pemilihan Umum menginisiasi untuk membangun Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Perangkat ini digunakan KPU dalam proses penghitungan cepat pada pelaksanaan pemungutan suara dan membantu penyelenggara dalam rekapitulasi, serta mengelola data dan dokumen pemilihan/pemilu.

Hal itu memenuhi tuntutan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, bahwa KPU bisa menjamin kemudahan akses informasi publik terhadap data dan dokumen kepemiluan.

Dengan begitu, seluruh pemangku kepentingan dapat mengawal proses rekapitulasi suara, baik peserta pemilu maupun publik secara luas.
Tidak bisa dimungkiri, kesalahan-kesalahan dalam proses entri data masih terjadi meskipun jumlahnya, menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, hanya 0,0004 atau 1 dalam setiap 2.500 TPS.

Menjadi gaduh ketika data Situng KPU kerap jadi bahan perbincangan pengguna internet di media sosial. Beberapa kesalahan pemasukan data ke Situng sering dianggap pengguna internet sebagai bentuk kecurangan.

Mahfud pun mengimbau masyarakat agar jangan sembarangan menebar isu atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Artinya, tidak mungkin KPU melakukan kecurangan secara sengaja dan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) karena memang presentasi kekeliruannya sangat kecil serta berdampak pada kedua paslon.

Namun, yang harus digarisbawahi bahwa teknologi Situng ini sebatas infrastruktur pendukung. Sistem penghitungan utamanya ialah proses rekapitulasi manual yang dilakukan berjenjang sejak dari kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Pada 22 Mei 2019, proses ini sudah harus selesai di tingkat nasional.

Tahapan rekapitulasi di setiap jenjang ini melibatkan jajaran KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), juga saksi dari peserta Pemilu 2019, baik dari calon presiden-calon wakil presiden, calon anggota DPD, maupun dari partai politik.

Di setiap tahapan inilah mestinya segala bentuk temuan kesalahan atau dugaan kecurangan dilaporkan untuk menjadi bahan koreksi karena yang menjadi dasar penghitungan suara harus melewati rapat pleno di setiap jenjang tahapan.

Sangat tidak elok jika temuan-temuan kesalahan tersebut dijadikan bahan untuk melakukan provokasi pendukung di tataran akar rumput. Proses pengawalan itu sebaiknya tidak perlu dilakukan berlebihan dengan komentar-komentar di ruang publik.

Jika dibiarkan, provokasi-provokasi ini akan berujung pada tuduhan kecurangan yang dapat mendelegitimasi pemerintah dan penyelenggara pemilu, termasuk proses pemilu.

Akan jauh lebih bermanfaat jika partisipasi besar publik diarahkan untuk mencegah adanya kesalahan ataupun kecurangan dalam proses rekapitulasi ketimbang saling melempar narasi ketidakpercayaan terhadap hasil dan penyelenggara pemilu.

Harus juga diakui bahwa penyelenggaraan pemilu serentak pertama kali ini masih diwarnai sejumlah masalah, dan hal itu wajar. Namun, jangan membenturkan masyarakat bawah yang sudah terbelah karena pemilu.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.