Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Medsos Pisau Bermata Dua

12/4/2019 05:00

SISI negatif media sosial (medsos) mendapat sorotan tajam. Ia disorot karena selama proses pemilu menjadi sumber berita bohong. Medsos juga disorot terkait dengan kekerasan sebab berpotensi menghancurkan hubungan antarwarga masyarakat.

Padahal, pada awal kemunculannya, medsos dibarengi dengan harapan besar akan menjadi ranah publik alternatif yang terlepas dari pakem media konvensional. Semua orang bisa leluasa menyampaikan pendapat, tidak perlu proses kurasi dan penyuntingan seperti dalam media lama.

Keleluasaan itu pula yang memunculkan dampak negatif. Konten negatif, baik berupa berita bohong (hoaks), fitnah, perundungan, dan ujaran kebencian mendominasi. Saling serang, saling tuduh, saling caci seakan menjadi kewajaran baru dalam medsos.

Kini, medsos kerap menjadi arena permusuhan dan menjadi sumber konflik. Tanpa disertai literasi yang memadai, kehidupan di dunia medsos bakal semakin barbar. Jika dibiarkan, daya rusak medsos dapat memorak-porandakan tatanan kehidupan sosial.

Daya rusak itu menjadi tantangan terbesar bagi anak muda. Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda mestinya dibekali dengan literasi cukup dalam menggunakan medsos. Nilai-nilai mendasar yang seharusnya ditanamkan sejak dini sayangnya menjadi sulit diterapkan di tengah arus kemajuan teknologi.

Kasus penganiayaan yang mencuat dengan tagar #JusticeforAudrey mestinya menjadi refleksi bagi pemangku kepentingan untuk segera mengambil kebijakan sebagai antisipasi dampak negatif medsos demi menyelamatkan para pemangku masa depan bangsa ini agar tidak terlilit.

Dugaan penganiayaan terhadap siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Pontianak oleh sejumlah siswi sekolah menengah atas (SMA) sangat pas menggambarkan bagaimana medsos tidak hanya menjadi tempat munculnya konflik dan permusuhan, tapi juga menjadi sarana menggaungkan informasi yang tidak terverifikasi kebenarannya.

Kasus berawal dari aksi perundungan, saling ejek di medsos, hingga bertemu untuk berkelahi secara fisik. Lalu menjadi viral melalui medsos ketika muncul tagar #JusticeforAudrey dengan informasi bahwa Audrey mengalami penganiayaan berat yang mengundang simpati publik. Ternyata, setelah dilakukan visum, pihak berwenang tidak menemukan berbagai tanda-tanda tersebut.

Inilah wujud nyata medsos bermata dua. Di satu sisi menggugah perhatian publik menuntut keadilan untuk Audrey, tetapi di sisi lain menjadikan para terduga pelaku penganiayaan juga telah menjadi korban perundungan warganet. Mereka mendapat stigma lebih buruk daripada yang semestinya karena cerita awal penganiayaan yang diduga dilebih-lebihkan.

Jika melongok pada data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kurangnya literasi digital membuat anak rentan menjadi korban di medsos. Pada 2018 terdapat 679 kasus kejahatan yang menimpa anak akibat penggunaan medsos yang tidak terkontrol.

Untuk itulah, tidak ada jalan lain bagi pemerintah selain menguatkan pendidikan karakter sembari mengampanyekan literasi medsos, baik dalam kurikulum maupun dalam tatanan sosial terkecil, keluarga. Jika rusak generasi muda, rusak pulalah masa depan bangsa ini.

Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian khusus kasus ini sebagai dampak perubahan interaksi lewat teknologi, yakni medsos. Dampak buruknya harus dikikis. Guru dan orangtua diminta awas terhadap penggunaan medsos generasi muda.

Medsos itu ibarat pisau bermata dua yang bisa bermanfaat, tetapi juga bisa membahayakan kehidupan generasi muda.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.