Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Mengawal Kualitas Pemilu

11/4/2019 05:00

PROSES pemungutan suara Pemilu 2019 tinggal enam hari lagi. Tidak ada jalan lain. Kita mesti mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dapat menyelenggarakan pemilu serentak pertama di negeri ini dengan kinerja yang terbaik. Mendukung artinya memberi sokongan, dorongan, sekaligus mengingatkan kekurangan dan kelemahan penyelenggaraan yang masih ada.

Sungguh tidak elok jika di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan malah narasi-narasi bernada pendelegitimasian KPU yang digembar-gemborkan. Bahwa KPU belum berhasil menyelesaikan sejumlah persoalan, mungkin harus diakui benar. Akan tetapi, kita mesti pagari isu itu sebagai kelemahan di persoalan teknis semata.

Jangan kemudian digoreng, diciptakan tudingan-tudingan yang mengandung informasi tidak benar, lalu dibikin framing seolah-olah KPU sudah disetir dan mudah diintervensi pihak-pihak tertentu. Hal itu sangat tidak sehat dan berbahaya bagi demokrasi karena pada akhirnya akan bertendensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemilu.

Keresahan itu yang kemarin juga disuarakan sejumlah tokoh bangsa dalam wadah Suluh Indonesia saat mendatangi dan memberikan dukungan kepada KPU. Mereka, seperti halnya mayoritas rakyat Indonesia, merasa miris dengan terus beredarnya hoaks-hoaks terkait dengan penyelenggaraan pemilu, khususnya menyangkut profesionalitas KPU sebagai lembaga penyelenggara.

Daftarnya cukup panjang, tetapi mungkin bisa kita ambil dua contoh hoaks terbaru yang bila tak dibendung, amat mungkin dapat menciptakan kecurigaan rakyat terhadap KPU. Pertama hoaks soal server KPU yang sudah di-setting untuk memenangkan salah satu paslon. Isu itu sama dan sebangun dengan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos.

Berikutnya yang paling anyar ialah hoaks terkait dengan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 untuk TPS-TPS di luar negeri. KPU sendiri sudah memastikan beredarnya informasi penghitungan sementara pemilu di luar negeri seratus persen hoaks. Betul bahwa pemilu di luar negeri menggunakan metode early voting, sejak 8 April hingga 14 April 2019. Namun, penghitungan suaranya baru dilakukan pada 17 April secara serentak.

Kita sepakat bahwa kualitas penyelenggaraan pemilu, salah satunya berada di tangan KPU. Profesionalitas lembaga tersebut menjadi harga mati. Independensi dan transparansi tidak bisa ditawar-tawar. Itulah satu-satunya cara bagi KPU untuk meraih kepercayaan publik yang sejatinya sangat mahal harganya.

Artinya, meski secara politis KPU butuh dukungan masyarakat untuk meredam hoaks-hoaks yang banyak menyerang mereka, di sisi yang lain KPU pun harus berdaya. Tunjukkan profesionalitas di setiap proses penyelenggaraannya. Lawanlah hoaks bukan hanya dengan mengeluh, melainkan dengan menyempurnakan seluruh proses yang dilalui.

Benahi kekurangan dan kelemahan di sisa waktu yang ada. Misalnya, bereskan proses pengadaan dan distribusi surat suara. Pastikan runtutan jadwal di setiap proses berjalan sesuai yang direncanakan. Jangan lupakan untuk menyiapkan antisipasi segala kemungkinan yang terjadi mengenai hasil pemungutan suara. Terakhir, tunjukkan bahwa semua proses itu senantiasa dilakukan dengan mengedepankan integritas, akseptabilitas, dan akuntabilitas.

Dengan begitu, yakinlah publik akan terus berada di belakang mendukung KPU meskipun deraan dan serangan hoaks terus bermunculan. Tak perlu diminta, rakyat akan memberikan sokongan dan menyerahkan kepercayaan mereka. Syaratnya hanya satu, mereka bisa diyakinkan bahwa lembaga yang mereka sokong telah bekerja sesuai standar profesionalitas, transparansi, dan independensi. Bukan bekerja hanya sesuai argo.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.