Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKAMPANYE dan membangun optimisme bagai dua sisi dari mata uang, menjadi satu kesatuan dan tidak terpisahkan. Apa pun hasil kampanye nantinya, kemajuan hanya bisa dicapai jika setiap anak bangsa percaya akan daya negerinya.
Kesadaran optimisme ini sesungguhnya juga bukan hal sulit. Mereka yang mencintai bangsa ini mestinya mudah mengerti karena memang demikianlah hakikat berbangsa dan bernegara.
Menjadi aneh, sangat aneh, jika ada calon yang berkontestasi menjadi pemimpin negara justru yang terdepan menghancurkan optimisme. Penghancuran itu dilakukan lewat kekerasan verbal di berbagai kesempatan di ruang publik.
Ada calon yang menyebut kondisi Tanah Air sebagai 'Ibu Pertiwi sedang diperkosa'. Bukan itu saja, dalam sebuah kesempatan kampanye dilontarkan sebutan 'bajingan' dan kata 'ndasmu' yang merupakan umpatan kasar dalam bahasa Jawa. Ada juga sebutan 'sontoloyo'.
Perangai emosional malah dipertontonkan tanpa malu-malu pula. Pada beberapa kesempatan di depan publik, ada calon yang tidak segan menunjukkan kemarahan, termasuk menggebrak podium.
Perangai kasar dan kekerasan verbal di ruang publik tetap bukan hal yang bisa diterima akal sehat. Alasannya banyak, dampaknya tidak sepele, bahkan efeknya jauh lebih dahsyat ketimbang kekerasan fisik.
Pertama, tentu saja kekerasan, baik fisik maupun verbal, sangat tidak pantas dalam diri seorang pemimpin. Sebagai pribadi anutan, segala tindak tanduk pemimpin akan dicontoh, ibarat guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Pemimpin yang gemar berkata dan bersikap kasar sama halnya dengan mengajak masyarakat permisif terhadap sikap serupa. Dampaknya akan semakin berbahaya jika diserap begitu saja oleh para generasi muda dan usia anak. Nilai-nilai kesantunan akan luntur, terganti dengan budaya caci-maki.
Kedua, dalam momen kampanye ini, kekerasan verbal yang dilakukan calon pemimpin semakin berbahaya karena menghancurkan optimisme tadi. Apalagi, tudingan 'Ibu Pertiwi diperkosa' tidak berbasiskan data dan fakta.
Tudingan itu tidak saja menutupi berbagai kemajuan yang ada, tapi juga menepisnya sama sekali. Kita pantas menolak hal ini karena sesungguhnya bukan hanya kerja pemerintah yang dikerdilkan, melainkan juga prestasi banyak anak bangsa lainnya, termasuk sosok-sosok inovatif di berbagai sektor dan bidang yang sudah menorehkan prestasi Indonesia di dunia internasional.
Prestasi yang paling mudah diingat ialah melonjaknya peringkat Indonesia dari sebelumnya 16 ke peringkat 4 di Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta-Palembang. Prestasi ini jelas bukan semata keberhasilan pemerintah, melainkan juga buah kegigihan tiap-tiap atlet yang berlaga.
Di sisi lain, kekerasan verbal memang tidak boleh dilawan dengan kekasaran lainnya. Jika itu yang terjadi, hanya terus-menerus mereproduksi kekerasan verbal. Hanya kecerdasan yang bisa melawan kekerasan verbal.
Kecerdasan itu ditunjukkan calon presiden lainnya dengan mengatakan bahwa Ibu Pertiwi saat ini sedang berprestasi, bukan sedang diperkosa. Prestasi yang didulang anak negeri ini dipaparkan secara terang benderang untuk merawat optimisme.
Merawat optimisme sesungguhnya menjaga nyawa demokrasi dari ancaman bahaya laten pendangkalan nalar dan kekerasan ekspresi. Elok nian bila dalam kontestasi para calon berlomba-lomba menjaga adab lisan dengan membuang ke laut kekerasan verbal.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved